Minggu, 08 Februari 2015

Qoute Hari Ini

"Lebih baik aku dimarahi atas kesalahan, daripada disanjung di tengah kebohongan." - Aku, pria tengah mempelajari Pemograman Java.

Jumat, 06 Februari 2015

Laruku

  Laruku--Band--membuat memoriku terlempar jauh ke belakang dan begitu rasanya, merinding haru dan ingin kembali rasanya.

Sebuah Ironi Di bulan Februari

  Bulan ke dua dari dua belas bulan yang ada dalam setahun, bisa saja kita sebut Februari. Bulan yang pendek, hanya terdapat sekitaran 28 hari, dan memiliki khas yaitu kabisat. Tapi, diluar fakta itu. Bulan Februari ini begitu nyentrik dengan Valentine Day.

  Valentine Day pada sekarang merupakan hari kasih sayang entah ke kekasih atau apapun. Intinya, disanalah hari kasih sayang. Apa yang salah dengan Valentine Day? Menariknya adalah, sebuah paket yang tersedia di era kini.

  Cokelat, ya, Valentine Day memang sangat ideal dengan cokelat. Memberi cokelat ke kekasih memang sebuah hal yang menarik. Namun, ada yang menyedihkan di sini rupanya. Para remaja mulai dirusak dengan hal yang tak seharusnya ia dapatkan sekarang.

  Entah dalam rangka modus apa, tapi sungguh mengerikan jika dilihat diberapa akun facebook yang menyebarkan paket Valentine yang berisikan sepasang cokelat dengan bonus alat kontrasepsi. Mau jadi apa generasi ini? Perusak moral yang berkedok Valentine Day secara blak-blakan.

  Zaman sudah semakin mengerikan. Ironi dilihatnya. Bukan begitu mengungkapkan rasa kasih sayang, tidak, tidak dengan hal seperti itu. Masih banyak yang perlu anak remaja lalui, tidak melulu tentang cinta yang membuat sedih dan patah hati.

  Masa remaja sebenarnya masa paling menyenangkan, tak terlalu banyak beban, bisa main sepuasnya. Kupikir lebih baik pemain dota yang lupa waktu, dari pada sepasang kekasih yang lupa waktu, dan mungkin mengerikannya bisa jadi lupa diri lalu bunuh diri.

  Zaman ini sudah tak lagi memerlukan sembunyi-sembunyi untuk merusak moral, dengan adanya paket Valentine itu, sudah jelas, banyak sekali hal yang salah dalam pemikiran orang-orang di sini. Semoga masih banyak orang baik yang terus memerangi kejahatan. Aamiin.

  I'm Moslem, and No Valentine Days.

Tak Ada Orang Hebat Tanpa Pengalaman Yang Hebat

  Tak ada orang hebat tanpa pengalaman yang hebat, tak ada pengalaman yang hebat tanpa rintangan yang menyulitkan. Aku pikir seperti itu. Apalagi setelah aku melarikan diri dari sebuah mata kuliah yang sedikit mengerikan, ya, dendanya yang mengerikan.

  Tapi, sejauh aku mendengar kisah-kisah orang sukses, mereka pasti bilang, "Saya tak langsung seperti ini, dahulu saya mengalami banyak rintangan.... bla-bla-bla." Ya, pastinya mereka bilang ada waktu mereka benar-benar jatuh dan bangkit menjadi sukses.

  Permasalahnnya untuk menjadi orang sukses adalah bagaimana orang itu bisa bangkit setelah terjatuh, orang bilang, disitulah jiwa orang sukses. Mereka bisa selalu bangkit di tengah keterpurukan. Dan disitulah kisah menarik dari banyak orang-orang sukses.

  Mungkin parameter ke suksesan orang beda-beda, dan aku tak benar-benar paham yang dapat dibilang sukses. Dan terkadang banyak orang merasa sukses jika ia memiliki banyak uang dan kekuasaan. Ya, entahlah.

  Balik lagi ke pengalaman hebat, baru saja aku dengan tidak sengaja mendapati pengalaman hebat. Ya, menarik memang, tapi tentu saja sempat menjadi beban pikiran. Well, semua berjalan semestinya dan aku akhirnya bisa kembali kegiatan semula.

  Menjadi pemimpin itu berat, ya, kupikir aku lebih memilih menjadi anak buah saja. Tapi, ada suatu hal yang membuatku senang memimpin sesuatu. Ya, keputusan. Aku sedikit merasa senang bisa memutuskan sesuatu hal, ya, berarti pandanganku itu sangatlah bernilai. hihi.

  Sebenarnya itu tak penting, tapi bagaimana mengakrabkan dan mengajak rekan-rekan untuk melakukan pekerjaannya adalah pengalaman terpenting dan aku merasa sedikit muak saat itu. Sungguh, aku merasa semua ini harus berakhir saat mengajak rekan-rekan.

  Sulit, memang, tapi entah kenapa selalu ada orang-orang setia yang benar-benar memberikan seratus persen bantuannya untuk hal yang aku pimpin. Dari situlah, aku mengerti, sebuah tanggung jawab, prioritas, dan kebaikan bercampur jadi satu.

  Terkadang ketika aku menjadi anggota, aku bisa santai sesukanya, main dota sepuasnya tanpa memikirkan kegiatan lain. Tapi, ketika sebuah tanggung jawab besar dilimpahkan, kupikir hari-hariku terasa berat namun berharga.

  Kupikir disitu intinya, aku merasa lebih bertanggung jawab. Dan harus lebih baik dan menjadi inisiator.Aku sedikit tertawa menulis ini, walau keadaan mengantuk. Tapi, acara itu sudah selesai. Dan biarkan aku memejamkan mata ini, dan melihat pengalaman indah di alam mimpi.

Selasa, 03 Februari 2015

Hingga Kini

  Sudah berapa tahun kuposting blog ini, hingga sekarang aku hanya saksi dari banyak sejarah hebat. Dan belum jadi pemeran utama dalam momen hebat itu. Belum.