Senangnya hatiku, jika berhasil menyelesaikan satu
Permasalahan demi permasalah terkadang merepotkan
Mereka pikir mereka siapa?
Seenaknya membuat kehidupan menjadi berantakan
Begitulah terkadang aku ingin berteriak
Hanya saja, tak ada sempat kuperbuat
Permasalahan kembali hadir dan hadir
Jika aku adalah sebuah hero di game, mungkin levelku sudah benar-benar tinggi
Berjalan dan berpikir di layaknya malam
Menepi dan berhenti di keringnya siang
Hanya untuk satu penyelesaian
Masalah demi masalah yang merepotkan
Aku mungkin bisa dikatakan pahlawan
Karena aku selalu berjuang dalam hidupku
Walau terkadang salah atau disalahkan
Tapi, kehidupan akan baik-baik saja jika semua terlampaui
Bukankah itu hal yang biasa?
Peduli mereka berkata apa
Aku adalah pahlawan
Karena aku berjuang bukan?
Walau tak hanya pahlawan yang berjuang
Tapi, masalah ini layaknya momok para penjajah
Ingin kuterjang dengan bambu-bambu runcing
Hanya saja, lapar malam bisa menjadi masalah
Secuil dan secuil
Lama menjadi bukit
Sampah dan sampah
Sampah banyak menjadi permasalahan
Begitu mudahnya permasalahan hadir karena sesuatu yang kecil
Begitu sulitnya menyelesaikan karena yang kecil membesar
Hidup adalah sesuatu yang kecil, langkah demi langkah, nafas demi nafas
Tapi, karena hidup dan hidup menjadi kehidupan, maka kehidupan amatlah besar.
Terima kasih permasalahan dan kehidupan, kalian adalah pembelajaran terindah.
Selasa, 04 Oktober 2016
Jumat, 16 September 2016
Awal dan Akhir
Awal dan akhir itu sama, hanya sebuah titik
awal dan akhir itu sama, hanya sebuah cerita
awal dan akhir itu sama, hanya sebuah landasan sejarah
awal dan akhir itu sama, sama-sama menjadi beban pikiran.
Perbedaan mereka adalah motivasi
perbedaan mereka adalah keinginan
perbedaan mereka adalah tahapan
perbedaan mereka adalah pembuat beban pikiran semakin dalam
Saat melangkah untuk awal
berpikir akhir hanyalah langkah demi langkah
saat berdiri di tengah perjalanan
akhir adalah neraka tersamarkan
Jalan menuju penyiksaan
jalan penuh atas dan bawah
sakit dan bahagia
tak sedikit sampai diakhir
Apakah awal dan akhir semudah itu?
aku hanya akan hancur jika memikirkan mereka berdua
awal dan akhir benar-benar mengerikan
walau mereka hanya sebuah cerita kelak
awal dan akhir itu sama, hanya sebuah cerita
awal dan akhir itu sama, hanya sebuah landasan sejarah
awal dan akhir itu sama, sama-sama menjadi beban pikiran.
Perbedaan mereka adalah motivasi
perbedaan mereka adalah keinginan
perbedaan mereka adalah tahapan
perbedaan mereka adalah pembuat beban pikiran semakin dalam
Saat melangkah untuk awal
berpikir akhir hanyalah langkah demi langkah
saat berdiri di tengah perjalanan
akhir adalah neraka tersamarkan
Jalan menuju penyiksaan
jalan penuh atas dan bawah
sakit dan bahagia
tak sedikit sampai diakhir
Apakah awal dan akhir semudah itu?
aku hanya akan hancur jika memikirkan mereka berdua
awal dan akhir benar-benar mengerikan
walau mereka hanya sebuah cerita kelak
Rabu, 07 September 2016
Positif Negatif
Jika berbicara kehidupan, mereka selalu positif dan negatif. Mereka selalu menarik lalu mengulur. Mereka selalu maju dan mundur. Mereka selalu diatas dan dibawah. Itulah kehidupan. Tak akan ada hal layaknya berdiri terus diatas langit.
Senin, 01 Agustus 2016
Dunia Mulai Mengerikan
Entah kenapa aku ingin bilang zaman ini sudah menggila. Benar-benar gila dan aku tak habis pikir. Gara zaman ini menggila terkadang aku malas untuk membuka portal berita atau semacamnya, kenapa?
Setiap kali aku membuka portal berita, bahkan bukan di portal berita, hanya beranda facebook, setiap harinya berita kejahatan terus menerus bertambah dan lebih menyedihkannya, seolah kejahatan itu sudah hal biasa.
Kejahatannya pun bervariasi, dari pencurian remeh-temeh, hingga pencurian uang negara. Terkadang ingin sekali aku memaki mereka dengan kata tolol atau tidak punya atau orang gila. Betapa mudahnya mereka melakukan kejahatan itu, dan benar-benar tak pernah berpikir dampaknya.
Mungkin penyebab orang berbuat jahat berbeda-beda, tapi dampaknya satu. Merugikan orang lain. Itu seperti pasti, setiap kejahatan pasti merugikan seorang atau suatu organisasi atau bahkan mengerikannya negara atau dunia.
Terkadang, aku berpikir, ketika ingin berbuat jahat akan sesuatu, aku pasti berpikir, bagaimana jika aku diposisi orang yang sedang aku jahati. Lalu aku membayangkan, jika aku benar-benar dijahati oleh seseorang. Aku benar-benar murka tentunya dan ingin membalasnya.
Well, aku harus berpikir berkali-kali untuk berbuat sebuah kejahatan. Tapi, mungkin tidak untuk orang-orang yang telah melakukannya. Mungkin peringatan akan dosa tidak lagi mempan pada mereka, tentu saja, bagi mereka dosa tak terlihat, siapa yang peduli?
Dan mengerikannya ketika tiba suatu masa kejahatan adalah hal yang lumrah atau maklum, dan kebaikan adalah sebuah kejahatan yang harus dimusnahkan. Jika itu terjadi, aku berharap benar-benar tidak hidup di zaman itu. Atau sekarang sudah tiba?
Apakah mereka tidak pernah berpikir ketika memperkosa seseorang? Bagaimana jika wanita yang diperkosa itu adalah ibunya, atau anak perempuannya, atau saudaranya? Betapa murkanya pasti dia. Bagaimana juga misalkan seorang koruptor hanyalah rakyat jelata yang katanya akan mendapatkan bantuan, sementara bantuanna diambil oleh seorang koruptor?
Berharap jika hari kebalikan spongebob benar-benar terjadi, atau tidak suatu waktu mereka merasakan apa yang telah mereka lakukan. Ya, walau itu pasti, mungkin tidak di dunia, akhirat telah menunggu mereka, tapi tetap saja mereka sungguh menjengkelkan.
Aku akan terus misuh-misuh melihat seperti ini, walau terkadang diri banyak salah, tapi, ah, aku lebih baik baca berita bola saja sepertinya. Media pun semakin tak karuan, kepercayaan mulai dirusak, sulit menemukan suatu media yang dapat dipercaya, bahkan media berita bola sekalipun.
Dunia mulai mengerikan.
Setiap kali aku membuka portal berita, bahkan bukan di portal berita, hanya beranda facebook, setiap harinya berita kejahatan terus menerus bertambah dan lebih menyedihkannya, seolah kejahatan itu sudah hal biasa.
Kejahatannya pun bervariasi, dari pencurian remeh-temeh, hingga pencurian uang negara. Terkadang ingin sekali aku memaki mereka dengan kata tolol atau tidak punya atau orang gila. Betapa mudahnya mereka melakukan kejahatan itu, dan benar-benar tak pernah berpikir dampaknya.
Mungkin penyebab orang berbuat jahat berbeda-beda, tapi dampaknya satu. Merugikan orang lain. Itu seperti pasti, setiap kejahatan pasti merugikan seorang atau suatu organisasi atau bahkan mengerikannya negara atau dunia.
Terkadang, aku berpikir, ketika ingin berbuat jahat akan sesuatu, aku pasti berpikir, bagaimana jika aku diposisi orang yang sedang aku jahati. Lalu aku membayangkan, jika aku benar-benar dijahati oleh seseorang. Aku benar-benar murka tentunya dan ingin membalasnya.
Well, aku harus berpikir berkali-kali untuk berbuat sebuah kejahatan. Tapi, mungkin tidak untuk orang-orang yang telah melakukannya. Mungkin peringatan akan dosa tidak lagi mempan pada mereka, tentu saja, bagi mereka dosa tak terlihat, siapa yang peduli?
Dan mengerikannya ketika tiba suatu masa kejahatan adalah hal yang lumrah atau maklum, dan kebaikan adalah sebuah kejahatan yang harus dimusnahkan. Jika itu terjadi, aku berharap benar-benar tidak hidup di zaman itu. Atau sekarang sudah tiba?
Apakah mereka tidak pernah berpikir ketika memperkosa seseorang? Bagaimana jika wanita yang diperkosa itu adalah ibunya, atau anak perempuannya, atau saudaranya? Betapa murkanya pasti dia. Bagaimana juga misalkan seorang koruptor hanyalah rakyat jelata yang katanya akan mendapatkan bantuan, sementara bantuanna diambil oleh seorang koruptor?
Berharap jika hari kebalikan spongebob benar-benar terjadi, atau tidak suatu waktu mereka merasakan apa yang telah mereka lakukan. Ya, walau itu pasti, mungkin tidak di dunia, akhirat telah menunggu mereka, tapi tetap saja mereka sungguh menjengkelkan.
Aku akan terus misuh-misuh melihat seperti ini, walau terkadang diri banyak salah, tapi, ah, aku lebih baik baca berita bola saja sepertinya. Media pun semakin tak karuan, kepercayaan mulai dirusak, sulit menemukan suatu media yang dapat dipercaya, bahkan media berita bola sekalipun.
Dunia mulai mengerikan.
Rabu, 29 Juni 2016
Datang dan Pergi, Bahagia dan Sedih Secukupnya
Siapa yang tahu detik berikutnya, menit berikutnya, sejam berikutnya akan terjadi apa? Beginilah hidup, penuh teka-teki. Tiada yang pernah tahu, tiada yang bisa memperkirakan pasti. Kecuali satu, ya, Allah SWT.
Yang aku alamin ini benar-benar unik bagiku, oh tidak, hidup itu memang selalu datang dan pergi. Terkadang kamu bersedih di tinggal pergi, terkadang bahagia didatangi. Hidup tak jauh dari perputaran itu, datang dan pergi, sedih dan bahagia.
Begitu pula yang terjadi hidupku. Semua itu pasti pernah kualami, dan menariknya, waktu itu aku kehilangan laptopku, seperti yang sering kuceritakan sebelum-sebelumnya. Ya, aku benar-benar tidak punya laptop. Hingga aku harus pinjam sana-sini, bahkan berbulan-bulan menginap di lab agar bisa memanfaatkan fasilitas yang ada.
Menjelang aku magang, aku dipaksa harus memiliki laptop untuk magang. Well, aku minta bantuan sana-sini. Orang tuaku tidak bisa membantuku, aku terpaksa meminta omku. Alhamdulillah omku bersedia membantuku.
Well, tak lama, setelah memilih-milih laptop. Akhirnya pada minggu pagi aku membeli laptop bekas. Dan kalian tahu? Aku sangat bahagia akan kedatangan laptop itu. Benar-benar bahagia, setelah sekian lama tidak memegang laptop. Akhirnya aku memilikinya lagi.
Menariknya tak sampai situ, tiba-tiba jelang berapa jam setelah aku beli laptop, aku mendapatkan kabar laptopku yang diservis telah selesai juga setelah diinap-inap lamanya di tempat service. Pada akhirnya, begitu saja aku memiliki dua laptop dalam sekejap. Benar-benar sekejap, orang tuaku tidak menyangka, aku pun tidak menyangka.
Sekarang aku memiliki dua laptop dengan berbeda fungsi. Aku sangat menikmatinya, tapi kupikir itu mubazir, maka aku menjual laptop lamaku. Belum terjual laptopku, aku pun dikasih smartphone lama oleh omku, ya, aku tidak menolaknya, sudah lama juga aku tidak punya ponsel.
Setelah aku memiliki semua itu, selang berapa minggu, tiba-tiba tab yang kupunya mendadak mati-mati. Aku pikir itu perihal biasa ternyata, ada yang harus diganti, dan lumayan harganya untuk orang tak penghasilan tetap bagiku.
Dan, beberapa minggu setelahnya lagi, saat aku ingin memulai belajar akan coloring dan ilustrasi dengan style berbeda, pen drawing padku rusak. Semudah itu datang dan semudah itu pergi. Ya, walau begitu kedua benda yang rusak itu kubilang wajar, karena itu benda sudah kurang lebih lima tahun menemaniku berkarya dan berkomunikasi.
Mungkin yang bisa kupikirkan adalah, jangan cepat bahagia, jangan cepat bersedih. Bersyukur adalah sebuah nikmat yang sering kali terlewatkan. Disaat mereka datang, bahagia secukupnya, saat pergi, bersedih secukupnya. Karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi beberapa detik, menit, jam berikutnya.
Sekarang aku harus memperbaiki itu semua entah darimana uangnya. Terlebih pen drawing pad itu. Dan satu lagi uniknya, saat Tab ku rusak, kucari tahu alasannya, saat kudapati, saat kujumpai forumnya, ternyata, banyak juga yang terkena masalah seperti tabku.
Tak lain juga terjadi pada drawing padku. Saat aku mencari-cari pen untuk penggantinya, ternyata banyak orang yang juga ikutan mencari penggantinya. Sepertinya dua benda yang rusak itu sudah waktunya diperbaiki. Semoga masih bermanfaat dan menghasilkan karya yang menarik lainnya.
Yang aku alamin ini benar-benar unik bagiku, oh tidak, hidup itu memang selalu datang dan pergi. Terkadang kamu bersedih di tinggal pergi, terkadang bahagia didatangi. Hidup tak jauh dari perputaran itu, datang dan pergi, sedih dan bahagia.
Begitu pula yang terjadi hidupku. Semua itu pasti pernah kualami, dan menariknya, waktu itu aku kehilangan laptopku, seperti yang sering kuceritakan sebelum-sebelumnya. Ya, aku benar-benar tidak punya laptop. Hingga aku harus pinjam sana-sini, bahkan berbulan-bulan menginap di lab agar bisa memanfaatkan fasilitas yang ada.
Menjelang aku magang, aku dipaksa harus memiliki laptop untuk magang. Well, aku minta bantuan sana-sini. Orang tuaku tidak bisa membantuku, aku terpaksa meminta omku. Alhamdulillah omku bersedia membantuku.
Well, tak lama, setelah memilih-milih laptop. Akhirnya pada minggu pagi aku membeli laptop bekas. Dan kalian tahu? Aku sangat bahagia akan kedatangan laptop itu. Benar-benar bahagia, setelah sekian lama tidak memegang laptop. Akhirnya aku memilikinya lagi.
Menariknya tak sampai situ, tiba-tiba jelang berapa jam setelah aku beli laptop, aku mendapatkan kabar laptopku yang diservis telah selesai juga setelah diinap-inap lamanya di tempat service. Pada akhirnya, begitu saja aku memiliki dua laptop dalam sekejap. Benar-benar sekejap, orang tuaku tidak menyangka, aku pun tidak menyangka.
Sekarang aku memiliki dua laptop dengan berbeda fungsi. Aku sangat menikmatinya, tapi kupikir itu mubazir, maka aku menjual laptop lamaku. Belum terjual laptopku, aku pun dikasih smartphone lama oleh omku, ya, aku tidak menolaknya, sudah lama juga aku tidak punya ponsel.
Setelah aku memiliki semua itu, selang berapa minggu, tiba-tiba tab yang kupunya mendadak mati-mati. Aku pikir itu perihal biasa ternyata, ada yang harus diganti, dan lumayan harganya untuk orang tak penghasilan tetap bagiku.
Dan, beberapa minggu setelahnya lagi, saat aku ingin memulai belajar akan coloring dan ilustrasi dengan style berbeda, pen drawing padku rusak. Semudah itu datang dan semudah itu pergi. Ya, walau begitu kedua benda yang rusak itu kubilang wajar, karena itu benda sudah kurang lebih lima tahun menemaniku berkarya dan berkomunikasi.
Mungkin yang bisa kupikirkan adalah, jangan cepat bahagia, jangan cepat bersedih. Bersyukur adalah sebuah nikmat yang sering kali terlewatkan. Disaat mereka datang, bahagia secukupnya, saat pergi, bersedih secukupnya. Karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi beberapa detik, menit, jam berikutnya.
Sekarang aku harus memperbaiki itu semua entah darimana uangnya. Terlebih pen drawing pad itu. Dan satu lagi uniknya, saat Tab ku rusak, kucari tahu alasannya, saat kudapati, saat kujumpai forumnya, ternyata, banyak juga yang terkena masalah seperti tabku.
Tak lain juga terjadi pada drawing padku. Saat aku mencari-cari pen untuk penggantinya, ternyata banyak orang yang juga ikutan mencari penggantinya. Sepertinya dua benda yang rusak itu sudah waktunya diperbaiki. Semoga masih bermanfaat dan menghasilkan karya yang menarik lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)