Sabtu, 28 April 2018

Pembolak balik hati

Aku mulai dari rasa takutku, maafkan aku blog aku harus menunpahkan semua dikepalaku disini. Sebenarnya aku tidak terlalu kecewa, tapi terkadang saat begini ingin rasanya update di instagram atau semacamnya.

Namun, aku rasa aku harus menumpahkannya disini, dan dengan terpaksa pertama kalinya aku nulis sebuah postingan melalui handphone.

Aku sedikit kecewa dan bersyukur, beberapa hari yang lalu aku merasa sudah harus terbiasa jauh dari teman-temanku, dengan sebuah alasan yang cukup rahasia. Aku berusaha untuk selalu biasa aja ketika mereka berkumpul tanpaku, aku harus berusaha. Tapi, ternyata mereka berkumpul dan terasa sangat asing bagiku, ya, kamu bertemu, dan bertegur satu dua lalu berpisah. Rasanya kecewa mereka bersama dan aku tidak, tapi apa boleh buat, aku yang memilih seperti ini karena aku harus terus melangkah.

Biasanya, rasa kecewa ini kulimpahkan pada storygram dan menjadi sedikit kekanakkanakan, tapi, aku mohon blog, mengertilah. Semoga Allah maha pembolak balik hati ini memberiku kesabaran dan ketabahan. Aku tidak menganggap mereka salah, aku hanya berusaha.

Jumat, 27 April 2018

1 2 3 4 5 menit

Aku menunggu, 1, 2, 3, 4, 5 menit atau lebih?

Entahlah, aku menunggu di depan dua pintu toilet di sebuah masjid dekat kantorku--Badr. Aku menunggu, aku menahan dan menunggu. Aku pun penasaran, aku membuka pintu yang disebelah kananku, dan...



kosong.

Aku Ternyata Masih Anak Kecil

Setelah terbenamnya matahari itu, aku bangkit dari kursiku dengan mulut dipenuhi air mineral dan tangan kanan memegang gelas beling berwana putih susu. Lalu seorang berseru.

"Hilmy, minumnya duduk!"

Aku tersentak jongkok, lalu seorang menambahkan. "Itu jongkok bukan duduk."

Aku merubah posisi lagi untuk duduk. Akhirnya orang lain lagi menyahuti "Kayak lagi nyuruh anak kecil aja ya." sahutnya dengan tertawa ringan.

Sore menjelang malam itu membuat aku berpikir, ternyata aku masihlah anak kecil.

Lalu aku tersenyum sendiri menulisnya.

Kamis, 26 April 2018

Mengantuk

Tiga hari ini, atau empat hari ini? Entahlah, tapi aku merasa sedih. Kesedihan pertama adalah aku bermimpi sangat terasa, aku merasa mimpi itu benar-benar riil sehingga aku terus terbayang-bayang setelahnya.

Kedua, aku merasa sangat lelah, aku terlelap begitu dalam, sebangun dari tidurku aku merasa aku benar-benar lelah dan terasa berat sekali tubuh ini.

Ketiga dan paling penting, aku telat subuh terus, dari perlahan yang telat sedikit hingga telat begitu banyak. Aku merasa setan benar-benar kuat sekali dibalik 3 hal kesedihan itu.

Terpikir olehku, dosa apa yang membuatku terlelap begitu dalam. Aku berdoa kepada-Nya agar seperti semula lagi.

Lalu sekarang aku mengantuk.

Selasa, 24 April 2018

Cinta itu menyenangkan bukan?

Ketika aku baru selesai menulis satu tulisan di blog, aku melihat daftar tulisanku yang ternyata sudah sangat lama dan aku tersadar kalau aku sudah vakum cukup lama. Tapi, bukan itu yang ingin aku bicarakan, aku melihat jumlah view yang semakin menyedihkan, tak masalah, tapi aku baru tersadar satu hal.

Tulisan tentang 'Cinta' sangat sering dilihat oleh kalian. Memang cinta itu selalu menyenangkan bukan?