Sabtu, 06 Oktober 2018

Filsuf Salingga

"Ada ujian dimana kita tidak perlu berbuat apa-apa, hanya cukup dengan bertahan dari keadaan itu. Allah menguji ketahanan kita, kesabaran kita."

"Ada dimana ujian itu seperti anak panah yang telah tertancap di sebuah benda, jika ditarik, batangnya patah, sisa anak panah masih tertancap di benda itu. Hati."

"Ada kalanya titik terberat permasalahan itu layaknya detik terakhir menjelang fajar, setelah fajar tiba, kita seperti menemukan cahaya dari segala permasalahan yang pekat itu."

"Berarti, untuk menyukai sesuatu itu tidak perlu alasan ya? Belajar dari anak-anak, mereka hanya sekadar suka, tidak tahu mengapa."

"Kehidupan itu... Ada yang manis ada yang pahit."

"Kalau hati lagi sempit karena sesuatu atau seseorang, biar lapang caranya adalah doakan sesuatu atau seseorang itu yang baik-baik."

***

Dialog sedikit diubah sesuai ingatan, suatu waktu tulisan ini mungkin akan tetap diupdate seiring penangkapan kata-kata baik dari Mas Salingga.

Seorang yang menyenangkan diajak bicara dan selalu dipenuhi pengetahuan mengejutkan. Aku selalu menanti perkataan apapun darinya, dan entah kenapa setiap nasihat darinya aku seolah menyetujui dan mengerti, seolah nasihatnya masuk ke kepalaku. Bahkan terkadang dari orang tua terasa tidak masuk ke kepala ini.

6 komentar:

  1. Percakapan kedua terakhir tu penasaran aku triggernya. Diakhiri oleh mas salingga waktu aku baru masuk ruangan. Terus ku penasaran ehehe

    BalasHapus
  2. Fitri:
    percakapan yang pertama: bercerita tentang Hana suka warna pink, pas ditanya kenapa suka warna pink? Jawabannya ya karena suka... Kenapa suka? Ya, karena suka... intinya, suka itu adalah sebuah alasan bagi Hana :D

    Percakapan kedua: Mas salingga bilang ke Ayyash, "Ayyash, coba ceritain ke om tentang kehidupan!" Ayyash pun berkata seperti atas. "Kehidupan itu... Ada yang manis ada yang pahit." Dengan wajah polosnya sambil memegang pensil warna dan menatap buku bergambar tengah siap diwarnai yang baru dibelikan oleh bunda-nya.

    BalasHapus
  3. iya ya anak-anak sesimpel itu, ya...it was like cerita ini https://fitrihasanahamhar.blogspot.com/2017/12/kangen.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, tapi apa iya alasan memang cuman bisa segitu aja? Atau itu karena anaknya memang masih belum tau banyak?

      Btw itu private blognya... :/

      Hapus
  4. udah enggak yaa, mungkin nanti diprivat lagi wk

    BalasHapus
  5. @fitri: kenapa kamu perlu memprivate blognya?

    BalasHapus

komentar bagi yang perlu