Selasa, 13 Agustus 2019

Memandang

Kenapa kita lebih terpikir akan hal terburuk? Kenapa tidak terbaik? Kenapa kita terpikir akan penderitaan di depan sana dibanding kebahagiaan? Apakah kita harus bergerak lari dari ketakutan atau bergerak menuju kebahagiaan?

Seberapa pikiran kamu hari ini? Apa yang mendominasi di sana? Hal-hal buruk? Hal buruk yang pernah dilalui atau yang terbayang akan di lalui? Apakah tidak lelah dengan semua buruk itu? Bukankah dunia jadi sangat menakutkan?

Apa yang membuat anak-anak bahagia? Bukankah karena mereka melihat kesenangan dalam kehidupan? Melihat hal-hal yang membuatnya bahagia, melihat mainan yang di dapat, melihat makanan yang akan di santap, melihat banyak hal yang mereka pikir akan membuat bahagia. Bukankah begitu?

Lantas lihat apa yang kakek-kakek terlihat murung? Bukankah karena merasa kematian amat dekat? Sakit yang sebentar lagi semakin menggerogoti tubuhnya? Makanan yang tidak bisa disantap lagi? Banyak hal yang mereka takutkan untuk menjalani hidup mereka selanjutnya, dan wajah mereka teruslah bermuram murja. Bukankah begitu?

Kenapa kita lebih suka terlena dalam kesedihan? Kenapa kita tidak boleh lama-lama dalam kebahagiaan?

Suatu keniscayaan dua itu akan selalu ada di kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu