Kamis, 02 Januari 2020

Bumi yang Sakit

Hujan-hujan yang tak terkendali
Bersahut-sahutan dari berbagai lini negeri
Bukankah ini pertanda dari sang Illahi?
Karena banyak masalah tidak bersolusi syar'i

***

Awal tahun baru 2020 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya pergantian tahun dihebohkan oleh petasan warna-warni yang menghujam langit-langit negeri. Tapi, kali ini langit-langit negeri yang menghujamkan airnya ke permukaan bumi.

Aku yang terlelap hingga pagi dan melewatkan pergantian tahun masehi ini masih mendengarkan derasnya hujan di luar sana. Aku tidak tahu bagaimana orang-orang yang berlarut di luar untuk perayaan pergantian tahun pulang ke rumah dengan derasnya hujan.

Banyak informasi kudapat, curah hujan ini adalah salah satu curah hujan terparah sejak tahun 1996. Entah apa yang ingin Allah tunjukkan di awal tahun ini. Pagi hari tiba, informasi banjir dimana-mana. Banyak sekali foto dan video berkeliaran menampakan kedahsyatan hasil dari curah hujan yang amat deras ini.

Aku hanya tidak habis pikir, bagaimana bisa mobil-mobil beratus juta hingga miliaran itu hanyut begitu saja. Betapa mudahnya Allah merenggut harta benda bahkan nyawa manusia. Diinformasikan sudah 16 orang meninggal karena banjir ini. Banjir ini sungguh bukan main.

Banyak sekali pihak saling menuding dan menyinyir bahkan lempar tanggung jawab. Entah menyalahkan gubernur jakarta saat ini, saat lalu, presiden, dan banyak lagi. Seperti terjerembab ke lubang yang sama. Perkara banjir ini sebenarnya bukan perkara baru, sudah ada bertahun-tahun, hanya saja kali ini saja begitu mengerikan dan cepat terjadinya.

Sudah berbagai mekainsme diutarakan, namun disayangkan dari pihak berwenang dan masyarakatnya acap kali abai. Terlebih jika itu membahas bisnis. Kita lihat belum lama presiden ingin mencabut AMDAL sebagai syarat sebuah pembangungan demi melancarkan investasi. Lalu begitu saja dijawab dengan banjir.

Manusia-manusia rakus dan manusia-manusia tak acuh pada mahluk lain sesungguhnya yang membuat kekacauan ini semakin menyiksa. Dari hal sepele seperti buang sampah sembarang, bahkan sampai tingkat presiden yang tak peduli kelayakan sebuah pembangunan.

Semua ternodai oleh nafsu bisikan setan. Mereka, oh bukan, kita, terkadang kita terlalu merasa mampu membuat apapun segalanya di muka bumi ini dan tak peduli dengan mahluk lainnya hingga akhirnya justru merusak dan begitulah kita merasakan ulah kita sendiri. Banjir yang mengerikan.

Sebelum ramainya berita banjir, banyak sekali berita-berita mengerikan di negeri ini. Dari ular python yang berkeliaran ke pemukiman karena rantai makanannya bermasalah dengan banyaknya hewan-hewan diburu hingga tidak ada tempat ular-ular hidup karena hutan digundulkan, hingga korupsi asuransi bermiliar-miliar yang tidak jelas bagaimana selanjutnya.

Semua itu adalah ulah manusia yang rakus akan dunia, yang melupakan hukum-hukum yang sudah Allah berikan. Sehingga akhirnya kita mendapati kosekuensi itu sendiri.

Jika melihat semua ini, semakin terasa bahwa kita memang tidak tahu apa-apa. Sedihnya, kita seolah bisa bertindak segalanya.

Melihat kerunyaman ini, kita tetap tidak boleh putus asa. Pasti ada jalan keluar atau titik terang, dan semoga Allah selamatkan kita semua dari kedhazliman di dunia dan akhirat. Semoga semua segera membaik. Aamiin.