Rabu, 25 November 2015

Helo

  Hel-o Praktikan, tebak saya siapa? :p

Sabtu, 21 November 2015

asdasd

  Hal yang membuat kita selalu terhambat, mungkin kurasa, kita terlalu memikirkan apa yang orang lain kerjakan. Tidak nyaman dengan yang kita lakukan, lalu ikut-ikutan. Dan begitu terus terjadi. Sampai akhirnya tiada fokus bagimu. Hmm, maaf, maksudnya bagiku. Dan akhirnya aku terhambat, hanya melangkah di tempat saja.

  Terkadang, ada suatu hal yang penting. Nikmati apa yang kamu lakukan, selama itu baik, peduli apa perkataan orang? Tapi, terkadang beberapa sifat seolah membantah itu semua. Perkataan orang begitu berpengaruh, dan terkadang kebahagiaan menjadi hilang.

  Ya, begitulah. Padahal sungguh menyenangkan bisa melakukan apa yang kita suka, tanpa peduli perkataan orang lain.

Senin, 16 November 2015

November bulan yang baik bukan?

  Sesuatu yang tak pernah hilang dan terkadang selalu dirindukan.
*

 Mungkin begitulah definisi kenangan bagiku, berjuta memori yang telah kujalani, berjuta kebahagiaan, berjuta kesedihan, dan berjuta momen-momen yang telah terlaksanai. Kenangan terkadang membuat senyuman tipis diwajah, terkadang membuat piluh dihati.

  Di bulan November ini, bulan yang begitu baik. Hujan semilir berganti tiap hari. Terkadang lebat, terkadang rintik. Aromanya menyentuh aspal sungguh menenangkan. November ini sangatlah baik, banyakkah kenangan di bulan ini?

  Aku tidak pernah mengingat beberapa kenangan, tapi momen terpenting ini adalah ketika adikku lahir di muka bumi ini, dan aku pun tak pernah tahu kelahiran adikku. Aku yang jauh dengan adikku selalu merasakan ketiadaan.

  Terkadang aku sempat merasa bahwa aku adalah seorang anak tunggal, tapi tepat 6 november lima belas tahun yang lalu. Aku adalah seorang kakak yang sudah memiliki tiga adik. Ya, karena aku tinggal berpisah dengan mereka dan sendirian bersama nenek serta kakek. Aku merasa anak tunggal.

  Namun, menyedihkannya, begitu jauh jarak kami, aku pun melewatkan ulang tahun adikku. Ya, aku mendapati adikku yang lain tengah menyelamati ulang tahun adikku yang ketiga, dan aku hanya bisa mengatakan. "Sial, aku melupakannya."

  Tidak berhenti oleh kelahiran adikku. November ini bulan yang baik, terkadang aku menjemur baju, lalu hujan, terkadang aku berusaha lalu hanya ditertawakan. Tapi, November ini bulan yang baik. Dimana ibuku yang lahir di muka bumi ini, entah sudah berapa puluh tahun silam. Aku tidak benar-benar hapal, setidaknya aku punya alasan, karena kami hanya bertemu dalam hitungan beberapa tahun.

  Masa kecilku hanya sekitar 2 hingga 3 tahun ditemani oleh ibuku, sisanya aku ditemani nenek dan kakekku. Dan ketika menginjak SMA aku berjumpa lagi dengan ibuku, dan itu hanya 3 tahun terjadi. Aku beranjak ke Bandung, dan berpisah lagi.

  Ya, aku ingat betul, beberapa hari lagi ibuku merayakan kelahirannya dimuka bumi ini. Mungkin tidak merayakannya, tapi mensyukurinya. Aku tidak pernah inget momen-momen lain selain kedua momen hebat ini di bulan November yang baik.

 Dan hingga sekarang, aku tidak tahu harus memberi apa untuk ibuku. Beberapa kali aku memberikan sesuatu hal kecil yang kubuat sendiri, dan ibuku gembira dengan itu. Aku merasa lega, jika ia tertawa, setidaknya aku bukan masalah baginya. Meski terkadang aku begitu menyebalkan baginya.

  November ini bulan yang baik, terima kasih bulan November. Di bulanmu, dua orang hebat lahir ditahun yang berbeda, dan aku bahagia dengan semua ini. Semoga hujanmu menandakan keberkehana tiada henti, aroma hujanmu menandakan ketenangan sepanjang hari.

Sabtu, 14 November 2015

Menikah

  Siang itu jalanan depan kampus begitu lengang, hanya beberapa motor hilir mudik dengan santai. Udara yang mendung pun begitu nikmat. Dilengkapi dengan kue pancong yang sedang terpanggang dengan segala toping yang sedang melting.
  
  Saat itu seorang temanku berkata padaku. "Umur kita sudah dua puluhan, sudah saatnya berpikir untuk menikah."

  Aku menoleh ke arahnya dan mengangguk-ngangguk. "Tapi..."

  Orang itu menunggu aku melanjutkannya.

  "Aku seorang bocah."

  "Entahlah, aku tidak yakin."

  Aku mengangguk. "Ya, aku seorang bocah, aku sering membaca kata 'bocah' dari penulis idolaku. Dan aku pun berpikir, aku seorang bocah."

  "Kau benar-benar bocah, sebaiknya kita sudahi perbincangan ini. Dan lupakan soal menikah."

  Aku mengangguk setuju, aku hanyalah seorang bocah.

Rabu, 11 November 2015

Jenuh

Teruntuk jenuh
Terkadang kekhawatiran itu terjadi
Saat kegembiraan luntur
Saat limbung menerpa pikiran

Jenuh, apa kamu sadar?
Dirimu begitu menyebalkan
Setiap yang kulakukan terasa hampa
Setiap yang kudapatkan terasa tiada

Jenuh, hari ini aku merasakannya
Kamu harus bertanggung jawab dengan semua rasa mengerikan ini
Pahit? Mungkin dirimu lebih dari itu
Kamu begitu hampa dan sekali lagi, itu begitu menyebalkan.

Baik, sekarang apa yang kamu mau?
Aku pernah merasakan kepahitan
Sungguh menderita memang
Tapi aku tahu lalu berbuat apa

Namun, merasakan jenuh sungguh menyiksa
Aku tak tahu berbuat apa
Rasa hampa ini
Membuat aku kelimbungan

Hujan tak jua reda
Tapi aku yakin, hujan pun akan jenuh
Ia akan berhenti
Dan aku akan mulai memahami

Bagaimana hujan menyikapi dirimu,
Jenuh.

Selasa, 10 November 2015

Aku merasa aneh

  Di saat semua menghilang dan sibuk dengan kegiatannya masing-masing, begini lah rasanya, sunyi senyap dan terkadang bingung untuk berbuat apa, untuk berkata apa. Sebagai orang yang sedikit tergantungan dengan orang lain, dan terbiasa di tempat yang ramai dan menyukai keramaian, kesunyian ini sungguh menyiksa.

  Mungkin, hanya mungkin, di sini yang masih dapat meluangkan waktunya, menerima tulisan tak bermakna ini. Terkadang merasa bosan, terkadang berpikir juga apa sesekali aku memerlukan ini? kesunyian dan ketenangan, sedikit berdendang dan menikmatinya. Tanpa mengganggu.

  Aku tidak tahu, aku hanya merasa aneh sekarang. Keadaan ini memaksaku.

Selasa, 03 November 2015

Hijau

  Selama aku mendesain apa-pun, warna yang jarang sekali aku sentuh adalah hijau. Warna itu entah kenapa, aku tak tertarik padanya.

Beranjak

  Aku sudah dewasa, dan saatnya aku memecahkan masalahku sendiri. Jika dilihat, ada banyak cara, namun terkadang yang kuragu adalah risiko.