Senin, 31 Oktober 2011

Annive and Failed

  Weekend ini gue kembali melancong ke jakarta. Ternyata, di sana masih kaya dulu. Patung pancoran tidak berganti gaya, tetep banyak pengemis, pak ogah rambutnya nnggak numbuh-numbuh, dan paling parah presidennya masih SBY. Ada sih perubahan sedikit di kota ini, dimana harga monas sedikit naik. Biasanya tiga ribu, sekarang empat ribu. Fiuh, jakarta emang amazing. Gimana nggak amazing, Rumah susun aja diincar dan di bangun banyak orang. Padahal itu rumah susun doang lho!? Yang gue heranin sih, rumah susunnya kok di datengin banyak mobil mulu yak? Entahlah. Gue yang norak, apa mereka yang aneh?!
  Gue kembali berbolang ria di jakarta di bawah sengatan lebah matahari, gemuruh geluduk, kilatan cahaya, dan omelan bokap pas gue di suruh ngambil buku di temannya. Sekarang gue merasakan cuaca aneh nggak hanya di bogor aja, yang terang tiba-tiba ujan. Di jakarta begitu, yang terang tiba-tiba hujan gerimis, langsung BANJIR!?? Sangat amazing sekali sodara-sodara. Gue sedikit prihatin sama kota jakarta sekarang, kenapa ini kota jadi begini pas gue tinggal pergi? Apa gue ada pengaruhnya bagi mereka?
  Gue ke jakarta menggunakan angkutan umum yang nge-temnya berabad-abad, macetnya ber-melenium, dan panasnya berhaus-haus. Gue sampai di terminal pulo gadung, disana masih ramai akan angkutan umum (iyalah, terminal bus). Gue sedikit was-was disini, konon ceritanya di sini rawan penjambretan, dan pemerkosaan. Pemerkosaan gue nggak tau deh, tapi gue serius pernah liat langsung pencopetan di depan mata kaki idung mulut kepala gue sendiri, oh ya badan juga serta anggota tubuh gue lainnya. Waktu itu gue nggak berani berkutik, gue shock berat. Jadi gue hanya bisa mendoakan semoga pencopet itu di bukakan pintu bus taubatnya.
  Untungnya gue masih selamat dan keadaan dompet gue masih aman. Gue berinisiatif membeli cashing hape kakek gue yang sudah gue janjiin. Gue pun beli dengan tawar menawar sebisanya, gue pun mendapati membeli cashing hape dengan harga pilihan gue. Sebenarnya tujuan gue ke jakarta itu cuman ngasih uang gajian pertama gue ke nenek gue dan beli bola basket serta ngumpul sambil ngerayain ulang tahun dhieka prastyo (@dikawow) yang bertepatan ulang tahun tanggal 30 oktober ini.
  Gue sempet labil ketika ingin menentukan pemberhentian terakhir, antara ikut septian yang berada di la piazza atau ke rumah bebby. Detik demi detik gue labil berat, gue pikir hidup gue akan sampai di sini. Namun, cahaya terang datang dan menyinari gue. Gue memutuskan menghampiri septian, gue pun menaiki angkot. Sebelum gue naik itu angkot, gue sempet melihat mbak-mbak duduk dengan manis. Gue pun mencoba bertanya. "Mas, eh Mba, ini angkot ke arah kelapa gading yah?"
  Untungnya pas gue bicara begitu, mbaknya tidak galau. "Iya." jawabnya singkat. Oke, gue pun duduk di pojokkan angkot (tanpa shower). Gue sambil bbm-an di angkot, sambil linglung harus turun di mana kelak. Gue lihat sekitar, dimana ini? Apa gue di culik? Tapi angkotnya masih rame!? Emang sih, gue jarang lewat kawasan ini. Jadi sedikit panik, sampai akhirnya gue turun di bunderan la piaza dan gue masuk lewat pintu selatan. Gue masuk sambil nanya temen gue lagi dimana? Gue masuk tanpa arah, gue nggak tau jalan kemana-mana. Gue mengikuti segrombolan ababil entah kemana, tapi ternyata angin yang menghembus gue membawa gue tepat pada tujuan. Gue lalu menanti kedatangan septian.
  Setelah gue di jemput septian, rencananya pada mau karokean, karena mahal di urungkan niatnya. Kami pun makan-makan dan sedikit labil ternyata mejanya penuh semua. Gue menunggu dan menunggu yang akhirnya harapan buat makan ada lagi, setelah gue mikir-mikir kalau dari pada makan disini, mending makan di emperan terus sisanya buat di tabung buat anak kita ya mah. Tapi, perut gue emang udah keriuk-keriuk pokoknya garing banget, oke pertama gue nolak makan, setelah gue pikir ulang. Gue lagi gak mood, tapi mereka maksa gue pun makan. Hebatnya, ternyata gue di traktir. Alhamdulillah yah, perut kenyang, uang kembali aman.
  Sebenarnya gue rada nggak enakan sama mereka, tapi mau di apain. Mereka (septian dan bella) maksa, Bahkan tadinya gue malah mau di kasih ceban lagi. Tapi, gue masih punya harga diri. Masa gue di bayar ceban buat ngikut anniversary 1 year mereka. Nggak level ya, sorry. ckckck. Kidding belian. Gue pun balik bersama mereka dengan sedikit meng-ALAY. Bayangin aja, di Jakarta, masih naik motor bertigaan? ya ampuuun. Tapi, daripada gue sengsara ngecer, gue pun memaksakan diri untuk mengikuti saran septian itu.

Jumat, 28 Oktober 2011

UPDATE #111

  Gue nggak nyangka gue bisa ngupdate sampai segini, gue kira pas update-an ke lima puluh gue bakal berhenti ngeblog dan kembali kepekerjaan dulu (baca: godain jomblo). Ini updatean gue yang ke-111. Gue masih bersyukur ini blog ada yang liat, walau ngintip-ngintip dan tanpa jejak.
  Oh iya, gue juga mau ngucapin "SELAMAT HARI BLOGGER SENASIONAL." yak!! gue tau ini telat banget, tapi gue baru sempet update. Pas kemarin gue mau ngupdate tapi ada beberapa hal yang bikin gue emosi besar. Gue TERKUNCI di luar sepeluang PKL, gue kira pada pergi taunya gue di tinggal tidur. NYESEK men. Gue langsung galau berat. Sampai-sampai gue nggak mandi.
  Ada lagi yang mau gue ucapin "SELAMAT SUMPAH PEMUDA." hari ini sangat bersejarah men, tepatnya 28 oktober. Ada remember sendiri bagi gue. Haha... Harinya sumpah-sumpah.
  Bicara PKL, hari ke hari makin berkenang dan semakin mendekati perpisahan. Tanggal 8 november gue akan kembali ke sekolah dan belajar seperti biasa. Kembali untuk menghabiskan uang (baca: bayar SPP).
  Soal Naskah gue, masih di umpetin editor nih. Mana telponnya, aku menunggu mu mas. Katanya sih dua naskah gue yang dikirim sudah ok. Tapi, kapan ada telponmu. #penuliskesepian.
  Tentang Asmara, hemm... Udah kaya ramalan cuaca bintang aja. Tentang Asmara suram, runyam, butek, tapi tetep hepi.
  Keuangan, sedikit tebal (baca: abis gadein barang-barang)
  Karier, berantakan. Kerjaannya cuman ngawinin SMPS dan MAIN A di perusahaan.
  Sekian updatean blog saya yang ke #111 yang berisikan tidak jelas dan nggak ada maksudnya ini. Mohon maaf buang-buang waktu anda karena membacanya. Sekian end.

Sabtu, 22 Oktober 2011

#GAJIPENDING !!!

  Tanggal 21 (Dua puluh satu) merupakan tanggal yang di tunggu-tunggu oleh para karyawan di pt gue dan para anak pkl. Sebelum tanggal 21 pasti setiap orang sudah mempunyai angan atau plan angka di gunakan buat apa itu nanti. Sebelumnya gue kasih tau dulu deh, tanggal 21 adalah hari gajian karyawan di pt gue. So, siapa sih yang mau ketinggalan hari paling berharga ini setelah menghembus keringat dengan kerja keras kaya.... nyuci pohon kaktus dengan tangan kosong. ckkc,
  Tepatnya hari jum'at, gue udah nggak sabar nerima uang saku gue yang sangatlah sedikit. Tapi, mungkin cukuplah buat anak dan istri gue (lho?). Gue nanti-nanti kepanggilan gue pas istirahat, sampai akhirnya hal itu terjadi. Gue di panggil leader gue yang selalu marahin gue. Gue duduk di kursi para leader.
   "Kalian sudah tau kenapa di bawa kesinikan?" ucap leader.
   Gue ngangguk dan juga lainnya. "Hari ini pembagian uang saku tapi untuk anak pkl harus di undur dulu. Waktu transfer di banknya, buat  anak pkl nggak sempet. Ada masalah juga di accountingnya. Para karyawan juga marah-marah, jadi mohon dimaklumin." sambung leadernya. Gue dan yang lainnya masih ngangguk.
   Setelah tau hal tersebut, temen-temen gue pada galau/labil berat. Gue sih sedikit galau, padahal gue udah pengen ini itu dengan gaji gue yang sangatlah sedikit. -_- Mumpung gue lagi sempet wifian di pt alias diem-diemin wifian. Gue ngegalau di twitter @annabhany. Berikut penggalaunnya dengan hashtag #gajipending.

Minggu, 16 Oktober 2011

Film Baru

  Pada minggu pagi ini gue pengen nge-share dua film yang nggak asing bagi kalian. Dua film yang sudah mempunyai seri lebih dari 3 ini akan gue beritahu cover dan sinopsisnya yang sangatlah menarik. Di perkirakan film ini keluar 2012 Februari 30 Hari kiamat. Setiap bulan gue akan mengadakan review film seperti ini jadi jangan di lewatkan.
  Tanpa berisik tanpa komentar yuk mari lihat filmnya;

1. SAPIDER-MAN 6
Cover SAPIDER-MAN 6
  Setelah mengeluarkan seri Sapider-man sebelumnya, kali ini Stan lees mengeluarkan film terbarunya yang di perankan oleh Peter Laper. Film ini berceritakan dimana super hero ini sedikit mengalami kelabilan, antara manusia laba-laba atau manusia sapi? Konon katanya, super hero ini di hasilkan dari perkawinan silang antara laba-laba dengan sapi antraks (ehem). Ceritanya tidak jauh beda pada sebelumnya, masih mengenai seorang pahlawan dengan musuh bebuyutnya Sain-man dan Fonem. Sain-man yang sebelumnya berdamai dengan sapider-man pas tawuran di gang bengkok, ia kembali meneror Sapider-man dengan bom buku. Fonem pun kembali menghampiri sapider-man, ia menantang sapider-man untuk main catur. Namun, Sapider-man menolaknya ia mengetahui bahwa fonem sangatlah picik.
  Ternayta ada keunikan di cover terbaru ini. Sapider-man nya sedang asik berdoa, berikut ucapan doanya: Ya tuhan, semoga saya menjadi hewan yang jelas.
              Sapi ya sapi, laba-laba ya laba-laba.
              Jangan berikan hamba hewan yang labil seperti ini.
              Apa salah saya? Padahal pas mau ulangan udah belajar.
              Padahal pas mau ulangan kagak twitteran, fb-an, bbm-an.
              Tapi, ternyata saya tidak bisa ikut ulangan karena belum bayar SPP.
              Intinya tolong perjelas keaslian hewan apa SAYA?
  Stan lees sedikit memberi warna pada film ini dimana disini pahlawan super akan beraksi dengan musuh yang lebih banyak. Rencana film ini akan di rillis 29 februari nanti. Jadi tunggu di bios-cop terkedat anda. cooming soon.

Senin, 10 Oktober 2011

Sepele

  Gue pikir naik bis nggak telat, sarapan nasi goreng yang enak dapat membuat hari gue menjadi nikmat. Sesampainya gue di PT, gue masih merasa hidup gue masih cemerlang. Gue ngobrol-ngobrol sebelum briefing, menaruh stock barang jadi pekerjaan gue lebih tenang. Sampai akhirnya sebuah masalah sepele membuat hidup gue merasa pengen di END-in aja.
  Gue yang sudah mau memulai bekerja melihat temen gue yang lagi pada ngasoy. Gue pun menghampiri mereka dan ngajak ngobrol. Pertama gue cuman nanya kenapa pada nyantai, terus gue bercanda minta bantuan. Tiba-tiba leader gue datang dengan garingnya membentak-bentak gue. Dia maki-maki gue habis-habissan sampai banyak temen gue yang liat. Gue iya iya aja. Dia bilang "Kamu mau jadi leader nyuruh-nyuruh mereka?" perasaan gue nggak nyuruh, lagian juga itu bercanda. Tadinya gue mau bilang. "Iya saya mau jadi leader gantiin bapak deh." tapi karena gue masih takut akan jabatannya dia masih jauh di atas. Gue pun iya terus.
  Hingga gue mulai kerja itu leader ngocehin gue terus. Tau gak!? Leader gue itu nggak pas itu aja marahin gue, sebelumnya pernah marahin gue juga dan lagi-lagi karena hal SEPELE doang. Sampai siang menjelang, gue lagi nggak ada material. Gue iseng ngobrol sama temen gue, tapi takdir berkata lain itu leader datang dan nyariin gue. Gue pun ketangkap basah lagi ngobrol. Kena lagi kena lagi, gue juga sempet kena pas duduk sambil kerja. Tapi kok tadi temen gue duduk nggak di omelin ya? Apa arti semua ini?
  Kata temen gue. "Lu bakal jadi the best mi!?" Gue heran.

Senin, 03 Oktober 2011

AZTEC

  Setelah gue kerja keras, akhirnya gue bisa merasakan yang namanya weekend. Gue nggak tau harus berbahagia dan ngucapin apa biar semua yang gue rasain terungkap rasanya "wah." Gue yang sedikit bingung untuk menghadiri sebuah acara akhirnya memutuskan menghadirinya setelah membujuk temen gue biar ikut juga.
  Acaranya yaitu pensi di SMA 9 (AZTEC) , dekat sekolah gue. Guestnya Pee Wee katanya, gue pun di pagi yang cerah dengan bodohnya berangkat ke rumah temen gue. Pas gue sampai rumahnya, dia sms gue. "Gue lagi main futsal, berangkatnya jam 12!" gue gondok, gue udah di rumah dia jam 9 men, Gue kira gue telat. Gue terpaksa numpang makan di rumah haris, makan mie tidak lain tidak bukan yang penting makan.
  Setelah gue merepotkan haris, gue pun caw ke sekolah untuk bertemu teman-teman gue yang aneh. Sampai di sekolah gue terpaksa nunggu lagi sampai akhirnya gue sampai di acara. Pas masuk sekolahnya gue heran, ada apa ini celana saya di pegang-pegang. Ternyata ada pemeriksaan, tenang, gue nggak bawa daun sirih kok.
  Sebelum masuk ada pengecapan stempel, gue kira di tangan. Gue julurin aja tangan gue, eh taunya di leher. Sumpah kaya apaan tau ini, abis itu di kasih kutek di kelingking kiri gue. Gue hanya bisa berkata "Mana pelanggannya?" Gue lihat keramaian anak gawl-gawl ini, gue jadi sedikit minder. Temen gue yang sedikit pele, main maju dan ikutan moshing aja. Gue dan yang lain juga sampai terjadinya beberapa insiden yang aneh bin pele.