Rabu, 26 November 2014

Sedetik Saja Terjadi, Kau Bisa Tertawa Atau Menangis

  Selang beberapa menit ketika semua kegelisahan menguap menggebu-gebu. Dengan begitu saja selintas senyuman terbesit. Dan aku tahu yang kubutuhkan. Ya, sebuah usaha dan sedikit apresiasi itu sepertinya membaikkan seluruh keadaan yang semula antah berantah.

  Setelah ketenangan sedikit menunjukkan dirinya. Siapa yang menyangka? Aku bertemu adik kelas sdku, walau dia tak mengenalku. Tapi, aku ingat betul wajahnya. Hingga akhirnya kucoba menginterogasinya, dan wah, siapa yang menyangka? Dia sekarang jadi adik kelasku lagi di kampus ini.

  Hidup ini memang benar-benar menarik, seketika kau benar-benar jatuh ke jurang yang tak terhingga. Dan begitu saja hal-hal lain yang menarik muncul dan siapa yang menyangka sedetik kemudian kau tersenyum serta geleng-geleng.

  Sekarang aku merasa ada yang harus diselesaikan, benar-benar diselesaikan dan semoga setelah semua ini selesai aku mendapati ketenanganku kembali. Ya, semoga saja. Semoga juga keluh kesahku belakangan ini lenyap begitu saja. Seperti tertawa setelah menangis. Itu sepertinya sungguh nikmat.

  Tak ada yang abadi di dunia ini, termasuk kesedihan. Ia tak abadi, Tuhan yang memberitahuinya lewat waktu kepadaku. Setiap detik, semua bisa berubah, dan disaat itu kita bisa melihat segala rasa terjadi begitu saja. Bahkan tanpa alasan sedikit pun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu