Kamis, 12 Februari 2015

Twenty One Pilots

  Twenty One Pilots, jika kalian menanyakan lagu apa yang sekarang sering kudengar, mungkin ku tak akan menjawab Sugar milik Maroon 5 atau Blank Space milik Taylor Swift. Yup, Twenty One Pilots sebenarnya sudah menarik perhatianku cukup lama, terumata lagu asiknya Holding On To You.

  Hal kusukai dari Band Ohio, United State, ini adalah khas lagu mereka. Meski hanya dipersonilkan dua orang, band ini sungguh enerjik dan membuatku menikmati alunan yang disisipkan dilagunya. Terlebih, karena model band ini sedikit rap.

  Ya, aku suka heran dengan vokalis yang bisa nge-rap, itu liriknya panjang sekali, dan pada band ini, ia juga sembari memainkan piano. Sungguh diluar kemampuanku. Salah satu yang menarik band ini juga, adalah vokalisnya.

  Seperti yang kubilang sebelumnya, ia pandai bernyanyi, nge-rap, dan bermain piano. Dan jika aku lihat-lihat, dia seorang pujangga. Banyak sekali lirik lagu yang ia buat, meski terlihat simpel atau hal sepele, tapi mengandung makna arti yang tersimpan atau tersirat.

  Bayangkan saja, judul lagunya hanya bertuliskan, Migraine, Car Radio, dan beberapa lagi. Tapi, ketika ia menyanyikan liriknya. Liriknya sungguh panjang dan kata-katanya tak semerta-merta menceritakan segalanya, tapi menyelipkan dari setiap katanya.

  Itu sih menurutku, terlebih aku yang tidak mengerti tentang musik. Mungkin kalian berpikir, band ini biasa saja. Tapi, tidak untukku. Band ini berhasil mencuri telinga dan perhatianku selama beberapa hari ini.

  Terutama setelah mendengar beberapa lagu di album sebelumnya. Oke, kalau boleh jujur, di lagu Forest aku suka beberapa alunan musik. Berasa ada suatu hal berbeda. Dan dari judulnya saja, itu hal yang sederhana, tapi liriknya sungguh menarik.

  Terima kasih Twenty One Pilots, aku sungguh berterima kasih, aku bisa mendengarkan lagu-lagu hebat milik mereka. Dan sangat mengagumi Tyler Joseph sang vokalis yang pandai membuat bait-bati pujangganya, dan bernyanyi nge-rap yang buatku terheran-heran.

  Mohon maaf jika penilaianku salah, pengetahuanku tentang musik memanglah cetek. Tapi, karena Twenty One Pilots, entah kenapa aku berani mengatakan beberapa hal di sini. Dan sekarang, biarkanlah aku terlena pada musiknya sembari menyongsong pagi.

1 komentar:

komentar bagi yang perlu