Senin, 16 Juli 2012

Api Unggun

  Seusai masa MOS yang berlangsung tiga hari dan jeda libur sehari, LDKS pun dilaksanakan. Berangkat dari sekolah sedikit siang pada hari jumat. Gue kebetulan di bis 1, yang di isikan orang-orang. Jelaslah! Ok itu gak penting, gue dan yang lain berangkat dengan sejuta kesunyian.
  Perjalanan cukup jauh, melewati berbagai pasar, berbagai mobil, berbagai motor, berbagai hati-hati yang terluka *eaaa... Setiba di Sukabumi kami harus mempersiapkan shalat jumat bagi yang pria. Kebetulan juga, di sukabumi ada yang melakukan shooting film religi. Mungkin judulnya Ketika LDKS Bertasbih. Itu gak mungkin, yang mungkin tempat LDKS ini semakin menakjubkan.
  Seusai shalat jumat yang terik semua bersiap-siap untuk jerit malam yang membuat gue menjerit kenapa? Begini ceritanya, di jerit suasana dibuat agak mencekam. Dengan sebuah lilin perkelompok sebagai penerangan satu-satunya dan harus berjalan ke setiap pos-pos. Kebetulan gue di pos satpam, hem maksud gue pos bayangan. Pos paling terpenting, karena gak ada pos bayangan maka semua akan baik-baik saja. Ok abaikan sekali lagi.
  Di pos bayangan malah terlihat seperti pos-pos lainnya, menahan beberapa kelompok dan di uji coba. Sebagai pos bayangan gue terpaksa harus menelusuri jalan-jalan yang gelap dan mencekam. Ini seperti dunia lain edisi jalan-jalan. Gue berjalan ke lapangan basket, menuruni tangga dengan hati-hati dan lampu senter yang tersedia.
  Sebelumnya gue sudah tahu, bahwa ada beberapa guru-guru yang menyamar jadi hantu-hantu. Gue udah sering liat. Anehnya, pas gue meneruni tangga dan....
  "HUAAAA!!!!" Jerit hantu-hantuan.
  Gue kaget dan menjerit ketakutan sembaring menyenter wajah hantu abal itu. Gue gak tahu itu siapa yang menyamar, gue bener-bener jadi takut dan sedikit lari tapi setelah itu gue pura-pura udah tahu dan soksokan tadi hanyalah akting belaka. Padahal gue bener kaget dan ketakutan. Ya, itu memalukan. Jantung berasa pengin copot, kembang kempis tak menentu.
  Jerit malam berakhir sampai jam 11 malam. Setelah itu semua terlelap tidur dengan manis dan unyu-unyu. Gue masih keliling di seputar tenda-tenda. Bertahan dengan mata sempoyongan, sampai akhirnya gue di takdirkan untuk bermain remi dahulu sama panitia yang lain. Karena gue bosen menang mulu, pas sekali gue kalah, gue langsung tidur saja. Sampai akhirnya suasana semakin mencari dan sangat lah dingin. Embun pagi yang sejuk dan membasahi gemerlap pagi ini.
  Pagi tiba, semua berbaris untuk makan pagi. Semua siap melewati rintangan yang sudah di sediakan. Pada outbond ini terbagi lima pos, pos pertama ada tangisan tentang pengetahuan alam. Keluar dari pos pertama pasti ke pos bayangan yaitu pos gue, dan nikmatnya meledeki mereka yang cengeng-cengeng. Haha... *ketawajahat*
  Pos kedua, pembuatan tandu. Sejujurnya gue juga gak bisa buat tandu, bisanya buat tandu untuk jiwa-jiwa yang tertatih dilanda kerinduan. Abaikan~ Lanjut Pos dua, ada Pos ketiga. Pos yang biasanya paling keras, yaitu PBB. Tapi, tahun ini agak sedikit lembek kata alumni gue, karena ada guru baru yang belum tahu betapa kerasnya pos itu.
  Pos empat, pos paling seru bermain di kubangan lumpur dan perang bantal, gue hanya bisa melihatnya dari atas. Atas, tempat yang penuh kenangan setahun yang lalu. Cukup mengenang masa lalunya, sekarang lanjut ke pos lima. Pos paling seru, disana mereka harus tiarap di atas lumpur dan disana juga insiden gue terjadi.
  Gue yang ikutan bermain lumpur tiba-tiba seorang ingin menjatuhkan gue dan tidur dilumpur. Saking susahnya gue dijatuhkan, orang itu mendorong gue ketika lengah. Dorongannya yang berasa seperti di tendang dengan tendangan madun yang membuat gue terpental dan terjatuh di lumpur ini.
  Tapi, ini bukan sembarang jatuh, ada bunyi di sendi pada lutut gue. Gue mengerang kesakitan di hadapan banyak orang. Ketika bangkit, benar-benar kaki gue mengalami cedera cukup parah. Gue pun berjalan dengan tertatih hingga api unggun tiba.
  Api unggun, adalah acara puncak yang begitu ditunggu-tunggu karena tahun lalu penuh kisah bagi gue, dan itu rahasia. Malam api unggun sudah dimulai, semua terlihat gembira walau sempat menangis lagi ketika renungan pada lagu syukur. Gue juga sedih, tapi karena gue harus foto-fotoin orang yang menangis, jadi gue gak boleh menangis. Capi oyang eang uaat! Capiii uaat!!! :") 
  Setelah acara pembukaan, akhirnya acara gue dimulai. Film gue yang dibuat susah payah dengan waktu singkat dan sedikit berantakan akhirnya di putar, gue cukup gembira banyak yang tertawa melihat film gue. Banyak yang memberik tepuk tangan pada film gue, walau film ini berantakan tapi setidaknya masih bisa di tonton.
  Setelah film gue di putar, ke esokannya si adit bilang ke gue, katanya pemilik villa and resto ini mau nawarin gue casting. Gue tertawa terbahak-bahak, katanya karena film semalam. Tapi gue gak tahu akan kebenarnya atau tidak. Tapi setidaknya gue seneng lagi dan lagi banyak orang menyaksikan karya bersama gue itu.
  Pada malam api unggun setelah film ada adegan drama dari guru hingga panitia yang sudah di rekayasa sebelumnya. Semua panik, semua murid panik ada yang tahu ada juga yang belum. Semua heboh, saling mencaci maki sampai akhirnya kembang api di keluarkan dan semua kembali tertawa dan bersenang-senang. Semua berjoget ria dan bernyanyi hingga esok tiba.
  Detik-detik kepulangan pun tiba, dan kaki gue masih terpincang. Akhirnya dengan berat jiwa dan berat bada semua pulang kembali kebekasi, walau anak-anak dengan penuh keki kesal dengan osis hingga sering kali mengejek kami. Gue hanya bisa tertawa, itu gak penting. Terpenting sekarang pulang dan update blog.
  Dan.... Yak, hari ini gue libur. Seharusnya pada masuk sekolah semua, gue libur dengan sejuta kesedihan di hati dan di kaki. Terima kasih buat adek kelas yang sudah merespon semua yang dilakukan osis atau guru-guru. Dan juga terima kasih yang lihat-lihat kesini. Hihii....
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu