Minggu, 15 Maret 2015

Pemimpi Disegani dan Pohon Rindang

Kesedihan yang tersimpang akan menjadi benalu
Kebencian yang tertanam akan menjadi benalu
Keraguan yang diucapkan akan menjadi benalu
Kebodohan yang dipikirkan akan menjadi benalu

Banyak hal yang dilakukan
Banyak hal yang harus dipikirkan
Banyak hal yang harus ditanggung jawabkan
Banyak hal yang harus dipertimbangkan

Banyak hal yang akan menjadi benalu
Tidak! Jika kita tak melakukannya
Dari semua benalu, terkutuklah kalian
Yang menyerah sebelum asa datang

Kesedihan, kebenciaan, keraguan, kebodohan tak lain kerisauan hati
Hati yang kotor tak akan memudahkan kita
Melakukan banyak hal tak semudah membalikkan telapak tangan
Terlebih mimpi yang masih menjadi angan

Alam semesta dan segalanya terus menyaksikan
Benalu-benalu itu lebih sering dilakukan
Dibanding berupaya banyak hal
Berupaya menjadi pemimpi yang disegani

Pohon-pohon rindang, tak begitu saja terjadi
Sungguh sejuk dan menenangkan
Tapi sekali lagi, pohon rindang tak begitu saja terjadi
Mereka berproses, melawan segala guncangan badai, hujan dan hingga akhirnya mereka tiba

Pohon rindang tak begitu saja terjadi
Langit-langit dan matahari terus mendoakannya
Berupayalah yang ia lakukan, pohon rindang itu begitu
Dan mereka tiba, menjadi rindang dan lantas menyejukan serta menenangkan

Pemimpi yang disegani tak pernah tahu
Apa yang terjadi selanjutnya
Karena itu kuasa Illahi
Tapi, yang pemimpi segani tahu usaha tak pernah mengkhianatinya

Ketidaktahuan itu yang akan bicara
Dari hasil jerih payah
Sang pemimpi yang disegani tak pernah lelah, karena ia tahu
Ketidaktahuan itu memaksanya terus menjadi yang terbaik

Pelajaran dari sang pemimpi yang disegani
Ia tak pernah peduli dengan benalu
Meski benalu itu hinggap direlung jiwanya
Ia selalu tersenyum dan terus menghembuskan napas terhebatnya

Terus berjuang, hingga pohon rindang pun segan melihatnya
Memberikannya tempat tersejuk dan menangkan hatinya
Pada akhirnya segala benalu itu seolah menjadi angin bagi pohon rindang
Terlampaui, hingga ia rindang

Sang pemimpi yang disegani pun melakukan banyak hal
Dan disana pohon rindang selalu menjadi tempat berpulang
Memberikan ketentaraman
Sebelum pemimpi yang disegani kembali berpetualang

Di dunia yang perkasa
Di dunia yang dipenuhi ketidakpastian
Di dunia yang diselimuti ketidaktahuan
Sang pemimpi yang disegani selalu melakukan banyak hal tak pernah peduli benalu

Karena, pohon rindang selalu menjadi tempat peristirahatannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu