Jumat, 08 April 2011

Demi Apa Nge-Band ?

  Pada jum'at yang panas ini, gue dan temen-temen kelas gue punya rencana ngeband. Gue sempet nggak percaya, tampang-tampang kaya mereka bisa main alat musik. Nyentuh aja gue nggak percaya. Apalagi sama yang namanya Ari, alkisah dulu dia temen sebangku gue. Tapi karang gue udah nggak sebangku lagi karena terjadinya pergeseran kerak bumi yang mengakibatkan lempengan-lempengan bumi bergeser dan hal hasil nggak nyambung.
  Gue pertama ke rumah temen gue, gue udah nyiapin lagu-lagu dan chordnya. Gue juga nggak percaya bakal ngeband lagi, dulu terakhir gue ngeband waktu sd, menjadi sendalist atau kabelist. Dan sekarang nggak ada angin nggak ada ujan nggak ada uang temen-temen gue ngajak ngeband? Nggak kebayang, tadinya kalau gagal ini ngeband mending jadi boyband aja dah. Kali laku dengan tampang buruk rupa mereka. Termasuk gue.
  Pas masuk studio musiknya gue semakin gugup. Oke gue tes sama anak-anak yang lain. Gue posisi di basist. Dan si Ari guitarist 1. Dan lagi gue bener-bener nggak percaya sama si Ari. Tapi semua terbukti, dia lumayan main gitarnya. Walau mukanya pas-passan, otaknya juga. Dia bikin gue terkejut. Waktu main futsal juga, ternyata dia lumayan jago juga. Emang nggak bisa dilihat dari tampangnya itu.
  Gue dan temen-temen gue berak'si. Dengan Komposisi pemain Rony/Rafli Vokal 1, Lukman nggak tau kadang guitarist 2 kadang kameramen kadang kecepirit di stuido (sepik), Ari Guitaris 1, gue Basist, dan Dimas Drummer dan juga manajer Wahyu. Sep, kompisis lengkap tinggal cara pemakaiannya perlu di perhatikan dan hindari di tempat yang bersuhu 30 derajat celcius. Kaya obat aja.
  Gue main dan main, lagu yang sukses di bawain dari awal sampai akhir walau terdengar lebih kapal pecah yaitu lagu Biarlah - Killing Me Inside, Racun Duni - The Changcuters, Demi Waktu - Ungu. Mungkin aliran band gue ini adalah pop punk, atau pop, atau mungkin ayam pop. Jadi laper.
  Dan yang kurang adalah nama band gue. Tadinya pengen De'tum band (dibaca: detumben), atau Caterpillar band, atau Tambal band (dibaca: Ban), atau band ci (dibaca: banci), atau juga band tai (dibaca: bantai) ya mungkin nggak ada yang keren, bagi para pembaca mohon atas saran namanya, tapi yang bener ya sarannya. OK! Berikut satu video amatir kejadian yang membuat yang melihat pengen muntah atau mungkin langsung hamil (lho?). Namun nggak hanya videonya aja yang amatir, yang main juga sangat amatir. Enjoy guys. Paling hanya ngerusak telinga itu resiko paling kecil. Hahaha...
RACUN DUNIA
  Gue main lagi dan main, bunyi berisik kaya kresek di unyek-unyek terdengar keras. Kuping pada pengang dah, sampai akhirnya gue main 2 jam. Dan tidak terasa cepat sekali semua berakhir. Keluar-keluar kuping gue pengang. Mungkin ini sejarah baru bagi kelas gue. Kelas gue emang sedikit udik tapi buat seru-serua manteblah. Kayanya yang dulu tiap minggu latihan maen futsal yang ujung-ujungnya kalah mulu, nyaris nggak pernah menang dan selalu dilecehkan dengan diajak sparing yang tau lah endingnya mungkin akan berpindah menjadi latihan band. Haha... Gue juga jadi pengen main musik lagi, dan sekarang gue lagi butuh gitar biasa bekas harga terjangkau, bagi yang mau ngejual Whisp Me!!! Thanks... Oh iya, kayanya udah lumayan lama gue nggak update ini blog, bagi para pembaca jangan pada kabur ye... (sapa juga yang mau baca!!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu