Senin, 07 Mei 2018

Pejuang Subuh

Aku tak tahu mana yang benar, ah tapi ini sungguh menyedihkan. Untuk kesekian kalinya jadi pejuang subuh yang berbeda, tapi nyatanya di rumah sakit sudah terdiri antrian panjang.

Aku berada dalam dilema, adzan sudah berkumandang, tepat sekali berkumandang sesampai aku di rumah sakit, namun antrian sudah cukup panjang, apa aku harus menitip antrian semisal menaruh tas lalu shalat berjamaah atau shalatnya nanti? atau lagi aku shalat aja lalu mengantri?

Aku memilih yang terakhir, aku shalat dan mengantri, sesampainya ke antrian lagi aku sudah berada jauh dibelakang, bahkan belakangku hingga tiba di depan parkiran motor. Terbayang bukan betapa panjang antrian ini? Itu pun baru selepas subuh...

Aku mengantri dengan mendengarkan musik biar tidak terasa, antrian terus berjalan, tak sedikit satpam berkata beberapa dokter habis slotnya, wajah kecewa terperanjat kepada beberapa pengantri yang membutuhkan dokter yang sudah habis itu. Aku hanya melihat wajah kecewa mereka.

Lalu selang 6 orang lagi aku sampai ke pengambil antrian, tiba-tiba satpam berkata. "Dokter Wasis abis." aku menepuk jidat, ternyata aku juga harus menampakan air muka kecewaku dan terkekeh sendiri.

Sepertinya aku salah strategi ngantri apa sistem rumah sakit yang salah hingga nenek-nenek atau kakek-kakek ngantri dari jam 4 pagi hingga dapet antrian? Lucunya kata beberapa pasien yang mengantri bareng dahulu berucap.

"Ini mah mau berobat bukannya bikin sembuh, malah tambah saktit dulu, beruntung rumah adek (itu aku) deket, lah ibu jauh, harus ngantri dari pagi sampe sore untuk berobat gak bisa bolak-balik."

Mendengarnya aku menelan ludah, wah iya aku masih beruntung, bagaimana yang rumahnya jauh ya? Seharian menunggu untuk mendengar kabar tubuhnya yang paling gak sampe 10-15 menit berobatnya, tapi mengantrinya bisa seharian. Apa yang salah? Apakah sistemnya? Atau dokternya yang kekurangan? Aku tidak tahu, aku harap hal seperti ini segera terselesaikan secepat dan sebaik-baiknya. Aamiin

Mungkin, ke depannya aku harus ganti strategi, aku harus menitip barang ke seseorang di antrian lalu pergi shalat subuh. Semoga itu berhasil, doakan yaa :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu