Jumat, 21 September 2018

Basket dan Istiqomah

Pagi itu, jadwal pengganti basket hari rabu setiap minggu. Aku datang terlambat, tidak seperti biasanya setiap basket. Entah kenapa rasanya males sekali buru-buru, karena biasanya juga mulainya agak siangan. Karena kulihat di grup whatsapp cukup sepi, semakin yakin aku berangkat agak siangan.

Setiba di lapangan, ternyata udah rame, bahkan ketika aku masuk ke lapangan, sudah pada selesai. Lalu bang Banu bertanya. "Kok tumben siangan? Biasanya selalu pagi." Sapanya sambil salaman denganku.

Aku menjawab dengan bercanda. "Abis biasanya ramenya baru siang, eh sekalinya siang, ternyata udah pada kelar."

Bang Banu tertawa. "Makanya harus istiqomah, kitakan gak tahu kapan yang paginya rame dan kapan yang enggak." Tuturnya.

Aku ikut tertawa, benar juga ya, aku jadi teringat sesuatu. Sama seperti ibadah, kita tidak bisa menjamin ibadah yang sedang kita lakukan diterima, kita juga tidak tahu ibadah mana yang akan diterima oleh Allah SWT, kalau nggak istiqomah, bisa jadi ibadah kita memang belum ada yang keterima bukan?

Karena kita tidak tahu apapun, Allah Maha Mengetahui.

***

Beruntung, mereka menghargai ke datanganku, tadinya yang pada mau udahan, jadi lanjut segame lagi, full lapangan. Sampai siang menjelang. Lalu aku diajari pola shoot naufal, bagus juga untuk 2 point, tapi nggak kuat untuk posisi 3 point. Terima kasih, hari itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu