Minggu, 30 September 2018

Suratman

Pagi hari.
Aku mengeluh.

"Ini pergi 45km mi, pulang pergi udah bisa di jama' shalatnya," tuturku berusaha menghibur diri.

Tubuh yang masih pegal, mata yang masih mengantuk. Aku akhirnya pergi bersama ummi sejauh itu.

Dijalan tak sedikit dibenakku rasa kesal yang tertahan...

*

Sore hari.
Aku di tegur oleh-Nya.

Hari ini di kelas sangat menyenangkan, kumulai dekat dengan Suratman, kita satu kelompok. Saat bersiap pulang aku bertanya kepadanya.

"Tinggal dimana, ustadz?" Tanyaku

Dia menjawab. "Tanggerang." Seraya mengenakan helm.

Aku langsung terdiam menelan ludah. "Berapa jam?"

"2 jam an lah."

Aku mencerna kembali, aku aja satu jam seperempat sudah merasa payah, apalagi jika 2 jam. Aku penasaran, "itu berapa kilo?"

"Nggak pernah ngitungin." Katanya sambil mencari sendal.

"Ya ampun, jauh banget." Aku takjub.

"Ya semakin jauh kan semakin banyak amalan yang dihitung." Jawabnya.

Tersentak aku teringat khotbah jum'at kemarin, jika kita tau fadilah fadilah setiap ibadah, pasti kita akan merasa rugi jika melewatkannya dan berlomba-lomba mendapatkannya.

Sore itu, aku pertama kali tertawa banyak di kelas, dan yang lain pun tertawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu