Senin, 25 Juni 2018

Jalan Kalibata

Rasa lelah dalam perjuangan itu sebuah kenikmatan.
***

Akhir-akhir ini kantor ke rumah nenek, bahkan ke rumah aja selalu ngantuk di jalan. Rasanya berat banget, terlebih ke rumah nenek yang bisa 38 kilo sendiri.

Alih-alih ngantuk, beberapa kali tersadar pas mau nabrak. Karena takut, akhirnya sering melipir, berusaha tidur sesaat lalu terbangun, tapi masih tak kuasa ini tubuh.

Tubuh memang tidak bisa berbohong, oke, aku menyerah, aku yang selalu menahan diri untuk meminum kopi karena perut tidak sanggup, akhirnya terkalahkan.

Aku melipir kesekian pada sebuah supermarket, aku memilih berbagai macam merk kopi, hingga sembarang dengan maksud ingin menanya apakah ada kopi-kopi ini yang tidak dingin(karena kebetulan lagi sakit perut), eh tiba-tiba ditanya mau berapa? Tentu menanyakan barang yang sedang kupegang.

Aku yang kikuk, pasrah, ya sudah, kopi apa saja benakku. Akhirnya diambilkanlah minuman yang tidak dingin, lantas aku membayarnya.

Dengan wajah cemberut akibat ngantuk (pas ngaca dikit serem juga muka kek gini), aku keluar dari supermarket dan duduk di tangga panjang, lantas membuka botol dan menengguk. Rasanya seperti ada sesuatu, ketika aku melihat bungkusnya... Ternyata ini minuman cokelat...

Memang kopi tidak diizinkan untukku tampaknya, akhirnya aku bingung, yasudah aku menulis ini dengan menahan kantuk dan kuharap tertidur sejenak lalu siap bergegas. Dadah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu