Rabu, 08 Agustus 2018

Kamuflase

Pagi itu aku bersama ummi, berjumpa dengan teman-temannya ummi di sebuah tempat yang kami kunjungi rutin setiap sabtu pagi... Lalu setelah pertemuan itu ummi cerita kepadaku akan perbincangan dirinya dengan salah satu temannya. Kurang lebih begini...

Temannya: Bu, anak saya disuruh keluar dari pesantren sama ayahnya, ayahnya nggak suka.
Ummi: Yah sayang banget
Temannya: Iya bu, mana hafalannya udah 10 juz.
Temannya melanjutkan: Bagaimana kalau anak ibu aja (sambil menatapku yang berada di seberang) yang ngajarin anak saya bu?
Ummi: Lah, anak saya saja nggak ada hafalannya, yang ada malah anak ibu yang ngajarin anak saya

Hening... Kurang lebih begitu ceritanya dan aku tertawa terbahak-bahak. Aku tiba-tiba merasa bersalah ketika merasa dipandang baik, entahlah.

Begitupun kemaren pas aku cerita gimana aku dibanding keluargaku dengan salah dua orang, salah seorang yang ku ajak ngobrol menyeletuk. "Wah tampang kamu doang baik ya, ternyata paling parah." Aku tertawa puas... Antara bersyukur dan miris kalau gini ceritanya.

Dulu-dulu lagi, lebih parahnya, anak kuliah banyak yang mengira aku benar-benar anak baik-baik. Lalu aku merasa berdosa dan tertawa terbahak-bahaknya.

Biarkan aku sedikit menghela napas. Haha. Oke, semoga saja apa yang mereka-mereka lihat menjadi kenyataan pada diriku yang tidak hanya terlihat baik bagi mereka tapi benar-benar baik ya. Hahahahahahahahahahahahahaha...

Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu