Sabtu, 04 Mei 2019

Belajar

Sejauh ini, terbilang buku yang pernah ku baca kalau tidak novel ya paling komik (itu pun kalau komik terhitung buku bacaan hehe). Rasanya semasa sekolah hampir setiap buku pelajaran tidak pernah kubaca, oke, mungkin kalian juga tidak terlalu suka dengan buku pelajaran. Mungkin sesekali di buka untuk cari jawaban atau mungkin untuk dihafal karena ujian. 

Bagaimana dengan buku selain buku pelajaran? Aku bahkan hampir tidak pernah ngeh ada buku selain buku pelajaran di rumah. Entah memang tidak atau benar-benar ku tidak tahu. Seandainya ada pun sepertinya itu kebanyakan buku terkait agama yang mungkin ku tidak bisa langsung tertarik gitu.

Aku pun masih ingat, setiap ada soal reading di pelajaran bahasa inggris pasti aku skip teks berparagraf-paragrafnya lantas langsung membaca soal baru deh cari jawabannya pelan-pelan di teksnya (tapi kayaknya banyakan setiap orang jawabnya gini). Alhasil aku bisa baca tulisan berkali-kali karena satu teks bisa beberapa soal.

Bagaimana dengan tugas akhir? Aku dulu kebayang tugas akhir penuh dengan catatan kaki yang diambil dari berbagai sumber. Sumbernya bisa berupa buku, jurnal, paper, atau lainnya. Tapi, terbilang aku hampir tidak pernah membaca buku untuk mencari sumbernya, seandainya aku harus mencari sebuah sumber aku langsung mencari apa yang aku butuhkan, bagian yang ingin aku sematkan. Karena dulu tugas akhirku memang tidak terlalu banyak penyematan catatan kaki, sekalinya ada, sudah ada di tugas akhir kakak kelasku yang hampir serupa. Mungkin pernah ku beberapa kali baca paper, itu pun karena halamannya hanya sedikit hehe.

Lantas, aku heran, melihat orang-orang bisa baca buku begitu cepat. Bisa baca buku dengan nikmat ditengah kesibukannya. Bahkan hingga buku berbahasa inggris. Wew, aku tidak habis pikir melakukan semua itu. Baca tercepatku saja waktu itu novel Charlie Bone Buku ke-2 yang kuhabiskan dalam 6 jam kurang lebih, itu memang seru banget sih...

Setelahnya? Aku terseok-seok dalam membaca buku.

Lalu kemarin sempat bahas soal bagaimana orang belajar sesuatu dan memahami sesuatu? Kemudian jawabannya ternyata adalah dengan membaca buku. Banyak orang belajar dengan membaca buku, banyak orang memahami sesuatu dengan membaca buku. Bukankah buku itu jendela dunia? Jendela ilmu?

Ketika membahas itu aku tertohok. Loh eh, kok aku selama ini hidup tidak pernah sadar akan itu ya? Kok aku merasa ya buku tidak ada bedanya dengan televisi, untuk mengisi waktu-waktumu saja. Aku tidak pernah sadar baca buku adalah sebuah pembelajaran.

Kemarin ketemu orang yang buat buku non fiksi sebanyak 25 dari SMA, dan dia hanya sedikit baca buku novel. Bayangkan orang yang telah menerbitkan buku sebanyak 25 pasti telah menelan bacaan buku yang jauh lebih dari angka itu--25. Apalagi bukunya non fiksi, buku-buku yang syarat akan pembelajaran riil. Secerdas atau sepintar atau sebanyak apa ilmunya orang itu?

Aku pun kepikiran, jadi selama ini aku belajar dari mana ya? Buku saja rasanya jauh dari jangkauanku. Aku pun tertawa sendiri pas baru ngeh soal orang belajar dengan cara membaca buku. Kok aku tidak pernah kepikiran ya? Jadi selama ini aku jarang belajar ya...

Oke, memang sih selama ini kebanyakan main. Hehe.

Jadi, apa kesimpulannya? Hmm tidak ada, aku hanya kaget saja. Mungkin sekarang aku punya pekerjaan rumah terkait membaca buku-buku. Mungkin memang harus diupayakan. Ya, tentu saja tidak ada salahnya membaca buku, buku kan jendela dunia kan?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu