Rabu, 21 November 2018

Membosankan

"Hidup mulai membosankan." Kata si bocah.

"Kenapa?"

"Ya, begitu-begitu aja, bangun tidur, kerja, pulang, dan begitu terus entah sampai kapan." Si bocah memasang wajah misuhnya sambil melipat-lipat koin di tangannya.

"Nggak ada yang lagi dikejar emang?"

Si bocah menggeleng. "Bingung, selepas kuliah kayak tanpa arah."

"Hmmm, kalau gitu pantes aja bosan. Nggak punya mimpi sih."

"Terus gimana dong?"

"Ya buat mimpilah, pilih dari sekian juta mimpi di muka bumi, kejar, terus dapet deh."

Si bocah menyandarkan wajahnya ke tangannya yang berdiri kokoh berlandasan pahanya. "Tidak, aku tidak tertarik membuat mimpi."

"Terus mau kamu apa?"

Si bocah tersenyum, sambil menatap jalan raya yang berada tepat di hadapannya dengan pandang yang kosong. "Nanti aja, cari istri yang punya mimpi tinggiiiiiiii, baru deh aku nebeng ke mimpinya, bantu mewujudkannya gituuuu." Si bocah menatap temannya seraya menggoda.

"Halah, membosankan sekali mendengarnya."

"Aku juga bosan." Air muka si bocah berubah 180 derajat, dari yang ceria menggoda lalu datar mengerikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu