Rabu, 06 Maret 2019

Untuk Prasangka-Prasangka Yang Mengusik Hati Kecil

Untuk prasangka-prasangka, yang mungkin terkadang tidak tahu diri, atau sedikit mengusik hati-hati kecil yang amat sensitif ini.

Apakah kamu--prasangka--tahu apa yang telah kamu perbuat? Seiring waktu, aku sampai tahu bagaimana kamu memulai semua prasangka itu, sampai tahu apa mau dari semua prasangka itu.

Bisakah kita sudahi semua prasangka ini? Toh, semua itu belum tentu benar atau mungkin tidak seperti apa yang kamu pikirkan. Bahkan bisa jadi, jauh lebih baik dari prasangkamu itu.

Sudah berapa banyak kamu mengacaukan segalanya? Sudah berapa banyak waktu yang kamu sita untuk prasangka-prasangkamu? Bukankah waktu kita amat sebentar?

Untuk prasangka-prasangka, jika kamu tidak mau semua semakin buruk, maka sudahilah semua yang kamu lakukan.

Berdiam saja, tidak memulai bersangka. Atau mungkin lebih baik menghindar dari semuanya untuk tidak adanya prasangka itu? Tapi, sampai kapan? Seberapa banyak? Manusia-manusia yang tidak berdosa kamu salahkan dengan prasangkamu.

Kamu tidak sendirian, ada banyak orang yang memiliki prasangka sepertimu. Jadi, mari kita bekerja sama dan simpan semua itu, melihat semuanya baik-baik saja, dan berpikir semua tidak seburuk yang terlihat atau terdengar. Bukankah itu lebih baik?

Aku tahu, aku tahu, kita manusia yang penuh dengan tanda tanya, penuh dengan keingintahuan, tapi prasangkamu tidaklah baik, tuan. Tolong jaga hati ini, jika memang pada akhirnya kamu meminta untuk menghindari segalanya, biarkan semua bertahap, oke? Biarkan semua tersimpan baik-baik.

Mereka tidak harus peduli dengan kita, mereka belum tentu bersalah, sekalipun bersalah, toh siapa kita di matanya? Peduli apa mereka akan prasangka kita?

Bagaimana jika kita mulai memaafkan, akan semua prasangka yang menyembul tak terduga-duga ini? Bagaimana jika kita mendoakan mereka yang membuat prasangka-prasangka timbul ini? Doakan sebaik-baiknya, karena apa yang kita lakukan baik itu perbuatan buruk maupun baik pada akhirnya akan kembali ke kita lagi bukan?

Atas nama prasangka, aku meminta maaf, dari hati kecil yang sering terusik oleh prasangka, aku benar-benar minta maaf atas kekacauan-kekacuan yang selama ini terjadi melibatkan kalian semua. Mungkin kalian tahu, mungkin juga tidak. Memang semua ini sedikit merumitkan.

Untuk semuanya, aku tentu saja memaafkan apa pun itu, entah mungkin hanya prasangkaku atau memang sesuatu itu benar-benar menyakitkan. Tapi, sungguh, kita sudahi semua ini dan tidak perlu aku harus pergi meninggalkan semuanya lagi bukan? Bukan begitu prasangka? Aku harap kamu memahaminya, kita bisa menjadi lebih baik, bertahap tak mengapa, asal terus menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu