Senin, 24 Desember 2018

Belajar Berprinsip dari Aa

Jika kalian pernah mendengar orang terpintar di kelasku, bahkan di angkatanku. Maka itu adalah tak lain Aa. Selain pintar dia juga berpegang teguh pada prinsip hidupnya. Jika dia berkata tidak, maka dia benar-benar tidak.

Bahkan sering kali aku yang heran dengan kepintarannya itu bertanya-tanya, "kenapa aa gak ini itu?" lalu dia jawab dengan santai, dia bilang ya karena nggak mau saja.

Terakhir ku dengar, dia tidak melanjutkan kuliahnya. Bayangkan orang sepintar dia berhenti kuliah. Tidak, tidak ada masalah dengan tugas akhirnya. Semua baik-baik saja bahkan sudah selesai. Tapi ada sebuah sistem di kampus dimana mahasiswa harus aktif dan ada poin keaktifannya. Sementara itu aa orangnya tergolong yang lebih suka di kosan dan bekerja di balik diamnya.

Sehingga ia memiliki masalah terhadap poin keaktifannya. Sementara ada standard nilai yang perlu dia penuhi. Karena sudah semester akhir, sulit sekali mendapatkan poin keaktifan yang kurang itu. Pada akhirnya banyak saran untuk beli poin keaktifan saja, itu terhitung ilegal.

Terakhir ku dengar, dia menolak. Dan tidak melanjutkan kuliahnya. Jika itu terjadi, sungguh luar biasa prinsipnya dalam menempuh jalur yang diberkahi oleh Allah.

***

Aku terkejut ketika pertama kali berkunjung ke cafe milik keluarganya aa. Ternyata kakaknya sungguh islami dan cantik tentu saja sudah mau menikah~ Tapi ternyata keluarganya memiliki nilai keislaman yang cukup tinggi, aku tak pernah membayangkan ketika melihat Aa. Maklum, sukanya melihat dari apa yang terlihat, manusia. hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu