Sabtu, 29 Desember 2018

Sesi Durian

Kemarin, akhirnya mas Salingga join makan durian setelah wacana beberapa kali. Yeah! Kemarin berdua ke tempat makan durian yang biasanya aku, mas Latif, dan Arya kunjungi. Saking penuhnya, aku dan mas Salingga kebagian tempat diujung tangga lantai 2, tempat yang sama ku tempati ketika sama mas Latif beberapa waktu yang lalu.

Walau sangat sempit, pemandangannya lebih baik. Di situ aku bisa melihat jembatan layang yang dihilir mudik pengendara sepeda motor atau mobil, terlihat ruko-ruko tua, dan awan-awan terbentang. Waktu sama mas Latif kita bisa buang es batunya ke lantai bawah karena gak ada orang... Dan enaknya lagi, kita bisa termenung melihat semua itu... :D

Tak lama berdua sama mas Salingga, mas Latif nyusul. Sebenarnya aku janjian sama mas Latif duluan, tapi susah sekali dia dihubungin. Akhirnya kita bertiga makan durian himpit-himpitan, karena itu tempat orang lewat ketika pertama kali sampai ke lantai 2.

Aku merasa bersama seorang ayah dan seorang kakak. Mas Salingga beranak 2, mas Latif beranak 1, dan aku masih anak-anak haha. Ya, obrolannya tak jauh dari dunia perkodingan. Tak masalah bagiku, setiap aku bisa mengikuti pembicaraan orang aku merasa senang, setidaknya aku berarti cukup tahu hal-hal selain yang biasa ku tekuni. Eh tapi kan kodingan itu materi kuliahku ya... Jadi harusnya aku juga tahu ya...

Selain mas Salingga, sesi durian terakhir sempat dikunjungi member baru yaitu mas Joni. Waktu itu kita makan berempat, aku, mas Latif, Arya, dan mas Joni. Makan duriannya bentar, tapi makan ke WS nya lama, sebenarnya lama karena masaknya lama dan obrolannya itu nostalgia banget. Ya, kita ngomongin game-game online zaman dulu. Saat bahas itu, seolah memutar kembali memori selama SMP yang kerjaannya main ke warnet, terus nggak pernah jajan di sekolah karena untuk bayar billing warnet, terus sepeda ilang, terus dicariin kakek ke warnet. Hehe, bandel sekali ya...

Jadi jika dihitung ada 5 orang yang suka durian dan bisa saja ikut makan durian bersama-sama. Tapi orang yang paling sering aku dan mas Latif. Arya sekarang sibuk, sepertinya dia lagi serius dalam belajarnya :)) kalau mas Joni suka kelupaan diajak, kalau mas Salingga suka bentrok dengan ngurus bocil-bocilnya...

***

Tapi makan durian kali ini sungguh aneh, karena kuminta jangan pake es, rasanya manis banget, manis susu kentalnya. hiks... Tapi kalau pake es, ntah jadi apa ini hidung, gusi, kepala... pfft

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu