Jumat, 28 Desember 2018

Saya Juga Bingung

Hanya praduga, tapi ternyata ada orang yang lambat dalam penerimaan suatu materi tapi pandai dalam berpikir materi itu. Waw.

Contohnya temenku Salim, dia unik, dia kalau ada penyampaian suatu materi selalu bertanya. Dan kalian tahu, pertanyaannya sangat mendasar yang terkadang aku pikir. "Ya ampun masa gak tahu sih," "ya ampun masih gitu aja gak paham." Terlihat seolah dalam menangkap suatu hal benar-benar lambat. Sangat lambat. Dia bertanya, kalau masih bingung tanya lagi, sampai kadang semua anak heran, "ini beneran gak ngerti?"

Beruntung semua dosen sangat baik menjelaskan pelan-pelan. Tapi ada sisi positifnya dari setiap pertanyaan Salim yang mendasar dan cukup kritis. Ternyata ada banyak hal yang kita anggap paham, tapi ternyata salah paham. Dan tak jarang kita tahu apa yang belum tahu dari pertanyaan mendasar Salim.

Kalian pasti bisa membayangkan betapa herannya kita melihat Salim bertanya-tanya hal sepele yang mungkin hampir semua orang tahu. Tapi, asal kalian tahu, IPK dia 3,97 kalau tidak salah. Dia beberapa semester dapat IP 4.

Padahal kami pikir dia sangat lambat dalam menerima materi, tapi ketika giliran dia berpikir terhadap materi itu, boom. Salim selalu mengagumkan.

Jadi keinget juga ceramah dari Ustadz Khalid Basalamah, dia cerita ketika dulu masih kuliah dia bertanya ke temannya yang pintar apa rahasianya menjadi pintar dan gak belajar lagi selepas kuliah. Ternyata jawabannya seperti yang Salim lakukan, dia terus bertanya dan bertanya di kelas, apapun yang membingungkan dia, dia terus bertanya.

Jika boleh mempraduga, kuduga interaksi dua arah lebih cepat membekas di kepala dibandingkan ceramah berjam-jam dari seorang guru atau dosen. Tapi terkadang ada mindset orang yang banyak tanya itu terlihat seperti orang tidak paham atau mungkin disinisin karena banyak nanya, dan hal lainnya adalah takut disalahkan atau ditertawakan ketika pertanyaannya salah atau seolah terlihat tidak mengerti.

Begitulah.


***

Kalau inget Salim, selalu ingat dia memberi kabar ibunya kemana pun dia pergi dan itu setiap saat.

Kalau inget Salim selalu kebayang panggilannya untukku yaitu "Mimi." Dia doang yang rela manggil aku "Mimi," dan kalau setiap ketemu pasti dia merenggangkan tangannya seperti orang ingin memeluk, dan kadang kita berpelukan... Tidak, kita tidak homo, meluk pria gemuk menyenangkan bagiku. Perutnya lucu. wkwk

***

Tulisan ini dibuat karena ada orang serupa seperti Salim dikantor, biasa dipanggil Boy, dia sungguh luar biasa, dan aku selalu menunggu apa yang dia pikirkan. :D

Dan sekarang kugangguin terus si boy ni wkwk

2 komentar:

  1. Kujadi berpikir jangan2 dari ngasih kabar ibunya itu, doa ibu selalu menyertai, menjadi jalan penyambung Allah ngasih berbagai kemudahan di hidup dia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah iyaya bener juga, doa ibu emang luar biasa :")

      Hapus

komentar bagi yang perlu