Sabtu, 05 Maret 2011

Beginning Become a Member Osis

    Ini mungkin yang pertama kalinya gue mencalonkan diri sebagai Presiden. jadi mohon bantuanya, coblos nomor 99! Osis seh yang di maksud. Semenjak SMP gue nggak pernah berani mencalonkan diri sebagai Osis, waktu gue ngebayangin jadi osis gue udah agak ilfeel. Gue ngebayangin dimana gue di suruh ngurus anak yang MOS, dah gitu anak yang kena MOS bandel banget dan gue di timpuk make kolor bapaknya (nggak mungkin seh).
    Walau agak kepingin untuk jadi osis, tapi nggak sampai ngiler kaya tadi pagi. Gue kepingin minum es yang dimakan sama bocah lagi di jalan, eh ngiler gue keluar deh. Tapi di SMK ini gue berusaha menjadi seorang Osis yang suka jalan-jalan ke Oasis sambil makan Sosis sama band Oasis. Walau terlihat capek, lelah dan nampak mengerikan. Motivasi menjadi seorang anggota Osis, hadir dikarenakan gue dan teman gue lebih tepatnya teman alumni smp gue, semuanya ikut organisasi-oraganisasi entah apa dan termasuk Osis. Dan di dalam benak gue memang tidak ada salahnya menjadi seorang anggota Osis.
    Kita hidup berawal dari 0, jadi kalau memang kita masih 0 berarti kita harus hidup agar tidak menajdi 0, termasuk dalam berorganisasi. Organisasi sangat penting, Jika kita mampu beroraganisasi, berarti kita sudah mampu membuang sampah? membuang semua rasa ke egoisan, dan dapat menimbulkan keberanian, dan juga mampu berkerja sama.
  Pada Tahun 2010 ini di SMK, gue mencalonkan diri menjadi Anggota Osis SEKBID 7, yaitu Jasmani dan Rohani. Tes tertulis dan  tes wawancara gue ikutin semuanya. Gue pun berhasil menyelesaikannya. Sampai suatu hari ada sebuah diagram teks di mading sekolah gue, yang berisikan anggota Osis terbau (terbaru maksudnya. hehe..). Dan di salah satu nama anggota barunya terdapat nama gue, namun yang gue heran, gue di taruh di SEKBID 2, Berbangsa dan Bernegara, yang bukan pilihan gue. Suatu ketika rapat gue (asik-asik rapat, kaya orang penting) sempat bertanya kepada ketua Osis, kenapa jabatan gue tidak sesuai yang gue pilih. Jawab ketua Osis, "mencobalah sesutau hal yang berbeda, mungkin kamu sering atau bisa dalam bidang Jasmanai dan Rohani, tapi tidak ada salahnyakan mencoba suatu hal yang berbeda." begitulah ucapnya, gue terdiam dan mengangguk (sebenernya gue gak tau maksudnya).
   Gue yakin gue pasti bisa menjadi yang berbeda. Sampai gue diberi tugas menjadi seorang wartawan sekolah, itu hal yang gue inginkan (tapi gag dilaksanakan). Namun ada suatu hal yang menyulitkan gue, yaitu nggak boleh membawa kamera atau handphone berakamera. Entah bagaimana gue menajalankannya. Tiap minggu ada rapat itu yang disebut melelahkan?, tapi hanya sebentar, dari pada di rumah bengong dan melakukan hal yang tidak jelas. Have Fun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu