Kamis, 17 Januari 2019

Janji

Sore itu hujan lebat, aku baru berdua sama Ka Jay di lapangan futsal. Pada saat itu yang ada dalam di benakku adalah. "Tau hujan begini, aku lebih baik di kantor dan bekerja."

*

Dari sebelum futsal, aku sudah koar-koar ke semua orang, ngajakin mereka. Sampai kok jadi aku yang merasa beban ya kalau futsal gak jadi? Dulu ada Ka Annas yang ngurusin futsal, jadi kalau futsal gak jadi, aku merasa dia yang paling kecewa. Tapi sekarang, seolah aku yang akan menanggung beban itu.

Ketika usai shalat Ashar, aku masih mengajak orang-orang lagi futsal. Beberapa temen deketku menolak karena banyak kerjaan. Aku bisa apa? hiks, aku sudah benar-benar pesimis, sepertinya tidak akan main ini.

Sore itu mendung sekali, tapi aku dan Ka Jay memaksakan diri ke lapangan futsal. Hujan sudah rintik ketika diriku berangkat, dan lebat ketika diriku tiba. Aku benar-benar pesimis, nggak mungkin pada datang, hujan lebat begini.

Lalu tiba-tiba Ka Topan datang, dengan bela-bela menggunakan jas hujan. Aku terkejut, kalau aku jadi Ka Topan pasti udah malas sekali datang, hujan gini. Mending kerja atau santai aja di kantor. Aku masih pesimis bakal terpenuhi para pemainnya.

Lalu datang beberapa orang lagi dengan pakai jas hujan juga. Aku rasanya terharu. "Aku sudah pesimis gak bakal ada yang dateng karena hujan." Kataku saat itu dihadapan Ka Topan.

Ka Topan pun menjawab. "Harus optimis dong, nggak boleh pesimis."

Aku tersenyum tersentak dan haru, aku langsung salaman sama Ka Topan.

Saat itu, rasa pesimisku yang selalu dan selalu menghantuiku dibayar kontan oleh Allah. Semua tiba-tiba hadir, bahkan Amru yang bilang nggak bisa aja jadi hadir. Walau aku tidak tahu seberapa keinginan mereka bermain futsal saat itu, tapi rasa pesimisku benar-benar seperti ditampar.

Ternyata ramaikan, My?

Satu lagi, aku benar-benar terharu dengan orang yang memegang janjinya. Mereka telah berjanji futsal, hujan pun tidak menghalangi mereka untuk datang. Walau ini bukan ajakan murni dariku, tapi aku benar-benar merasa dihargai. Dan aku rasanya senang sekali membuat janji dengan orang-orang baik seperti mereka.

Orang baik aja selalu menepati janjinya ya, apalagi Allah yang Maha Bijaksana dan tak akan pernah ingkar dengan janji-janji-Nya. Lalu kenapa masih takut, My?

Sore itu akhirnya futsal lebih dari cukup, kita bermain dengan baik, dan menyenangkan rasanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar bagi yang perlu