Rabu, 30 Januari 2019

Pamit

Aku tahu, januari masih tersisa 1 hari lagi. Tapi bagiku, januari sudah berakhir. Lebih tepatnya januariku sudah berakhir.

Hari ke hari di januari membuatku sadar, banyak hal yang tak mampuku kendalikan, banyak hal yang masih perlu diselesaikan, banyak hal yang membuatku sadar, dan karena tak mampu kuungkapkan semua, akhirnya ku tuang ke sini, blog ini, dengan narasi-narasi yang sangat ambigu, aku tidak yakin yang membaca tulisanku di bulan januari ini mengerti apa sebenarnya tengah terjadi.

Terkadang ingin ku tulis semuanya secara gamblang, tapi rasanya aku tak mampu, ini terlalu privasi, jadi biarlah ini tetap menjadi misteri-misteri sampai suatu hari aku bisa menulis semua dengan bijak dan tidak ambigu.

Rasanya, aku perlu minta maaf, dari desember hingga januari ini sungguh mengerikan, terlebih jika aku melihat semua tulisanku yang mendadak menjadi tulisan kebimbang, tulisan perihal rasa, tulisan yang lebih banyak mengungkapkan apa di rasa, bukan lagi tulisan cerita penuh hikmah. Aku minta maaf untuk itu, mungkin akhir januari ini waktu yang tepat untuk menutup kisah-kisah itu.

Mungkin narasi di paragraf ini masih terbaca ambigu, tapi aku ingin berterima kasih kepada Allah telah menciptakan narasi yang indah belakangan ini, hingga ku merasa tak sanggup lagi untuk menyimpannya dan kemarin semua buncah, semua tak tertahankan. Hingga akhirnya aku mengerti dan terus berusaha mengerti akan sebuah keadaan yang telah tercipta. Jadi biarkan aku tersenyum setiap mendengar tawa dari kejauhan, biarkan aku sedikit tahu apa kabarnya, biarkan aku sedikit melihat bahwa semua baik-baik saja. Aku tahu, keadaan itu dapat kita ubah, dan di sini aku masih menunggu untuk perubahan itu, kuharap itu ada, kuharap Allah mengizinkannya, tapi jika memang tidak tepat untuk tercipta, kuharap Allah memberikan narasi lain yang sama indahnya. Mungkin semua akan menjadi kenangan yang penting, karena semua ini sungguh menyenangkan dan menyiksakan.

Terima kasih, sekarang aku harus terus melangkah dengan dunia yang mungkin baru, dan mungkin aku perlu banyak waktu untuk memperjuangkan dunia baru ini. Jadi, izinkan aku untuk, pamit. :)

Salam hangat,

Hilmy.

4 komentar:

  1. sekarang hilmy kerjaannya ngegalau mulu yak wkwk

    BalasHapus
  2. Hannan: Report comment di atas sebagai spam* pffft...

    seneng ye nan, wkwkwk gak kok, ini postingan terakhir kayak gituan, harus kembali seperti Hilmy yang tidak suka cinta-cintaan kalau kata hannan dulu kala sekali wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. halaaaah... haaa pengen ketawa wkwk
      itu masa lalu my, awal2 perkuliahan, sekarang mah emang udah jadi melankolis haha

      "dulu kala sekali"

      Hapus
  3. sudah kuduga jawabannya gitu, ya aku kan sekarang lagi niru hannan dulu, blog hannan kisaran 2017 hingga 2018 awalan. kwkwkw :p

    iye, tahu iyeeee... tapi gak awal perkuliahan juga kale -_-

    BalasHapus

komentar bagi yang perlu